BANDUNG, infobdg.com – Persoalan anak putus sekolah di Bandung dan Jawa Barat kembali menjadi sorotan. Selama ini banyak yang mengira penyebab utamanya hanya faktor ekonomi. Namun, kenyataannya masalah ini jauh lebih kompleks seperti kecandugan gawai.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menyebut persoalan anak putus sekolah bersifat multidimensi, mulai dari faktor ekonomi, akses sekolah yang jauh, hingga faktor budaya dan lingkungan sosial.
“Persoalan sekolah itu multidimensi. Bukan hanya persoalan akses, tapi juga soal ekonomi dan budaya. Ini harus diselesaikan secara holistik,” ujar Purwanto.
Menurutnya, ada anak-anak yang sebenarnya sudah dibantu biaya sekolah, seragam, bahkan tempat tinggal, tetapi tetap memilih berhenti sekolah karena tergoda mencari uang sendiri di jalanan.
Purwanto mengungkapkan, sebagian anak lebih memilih bekerja atau mengamen karena bisa memperoleh penghasilan harian sekitar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu, sehingga sekolah dianggap tidak lebih menarik secara ekonomi jangka pendek.
Selain itu, masih ada juga kasus anak yang putus sekolah karena jarak rumah ke sekolah terlalu jauh, terutama di beberapa wilayah dengan akses transportasi terbatas.
Angkanya Capai Ratusan Ribu di Jabar
Data yang diungkap DPRD Jawa Barat menunjukkan jumlah anak yang tidak sekolah atau putus sekolah di Jawa Barat mencapai 658.831 anak. Dari jumlah tersebut, sekitar 246.798 anak berada dalam kewenangan Pemprov Jabar.
Angka ini membuat persoalan pendidikan di Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, menjadi perhatian serius.
Pemerintah Siapkan Beasiswa
Untuk menekan angka putus sekolah, Disdik Jabar menyiapkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem, khususnya untuk jenjang SMA.
Dana tersebut digunakan untuk membantu biaya operasional sekolah hingga kebutuhan personal siswa.
“Kita ingin secara bertahap anak yang putus sekolah bisa kembali masuk sekolah,” kata Purwanto.
Viral Kasus Ihsan Jadi Pengingat
Belum lama ini, kisah seorang siswa SMP bernama Ihsan di Sumedang viral setelah terpaksa berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarga. Setelah viral, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan turun tangan dan menjamin biaya pendidikan Ihsan hingga lulus.
Kasus tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan putus sekolah masih nyata terjadi di Jawa Barat.


