MUSIK, infobdg.com – Kirata menjadi tajuk yang Parahyena ambil untuk album kedua, setelah di tahun 2016 lalu menghadirkan “Ropea” sebuah album penuh dalam rangka memperkenalkan diri pada penikmat musik Nusantara.

Kirata sendiri adalah bentuk respon Parahyena, selama proses pengerjaan album yang memang mempraktekan pola membuat lagunya dahulu ketimbang judulnya, yang tentu saja segala tafsir lahir setelahnya. Kirata merupakan akronim dari “di kira-kira tapi nyata“. Bentuk musikalitas khas nusantara (timur) disenyawakan dengan musik dari genre (barat) secara umum dan dieksplorasi bukan sebagai bentuk terasing, melainkan warna unik berbaur harmonis dalam kesatuan.

Tujuh lagu instrumental dengan racikan gipsy, melodic core, swing, Arabic, latin, melayu dan lain sebagainya diramu dan dibalut dengan bumbu nusantara. Tentu saja disajikan menjadi sebuah gambaran yang Parahyena rangkum pada album kedua ini, sebebasnya terutama dalam keterbukaan pikiran serta penuangan menjadi titik utama yang coba Parahyena bagikan.

Celementree dipilih menjadi single pertama dari album ini. lagu ini dirilis dalam bentuk video klip dan dalam bentuk digital untuk kemudian bisa didengarkan di platform musik digital. Berasal dari dua suku kata yang berbeda yaitu “celeme” n “tree”, celeme adalah sejenis tupai buah, jadi celementree adalah kolaborasi antara tupai dan pohon. Jika
di dalam bahasa sunda, celementree berarti genit atau centil.

Celementree menjadi sesuatu yang khas dan centil untuk merepresentasikan karya musik yang satu ini, centil, menggemaskan nan menggoda. Untuk mendukung nuansa yang sudah terbentuk di lagu Celementree tersebut, Parahyena menggaet SWORKS ID untuk menggarap video klip dengan konsep animasi.

Single Celementree bisa dinikmati secara audio dan visual melalui akun Youtube PARAHYENA. Selamat Menikmati!