BANDUNG, infobdg.com – Dewasa ini, era digital membuat dunia bisnis kian melaju. Salah satu perkembangan yang terlihat adalah dalam urusan transaksi. Kini, transaksi antara penjual dan pembeli sudah tak perlu bertatap muka lagi. Semuanya bisa dilakukan secara digital melalui transfer antarbank.

Foto Ilustrasi: Istimewa

Makin mengejutkan, ternyata perkembangan bisnis di Indonesia justru datang dari para generasi muda, atau yang akrab disapa kaum milenial. Berdasarkan data tahun 2017, 1,6 juta bisnis kreatif di Indonesia didominasi oleh kaum milenial. Mayoritas dari mereka menggeluti industri kreatif seperti kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.

Biasanya, para pebisnis muda ini merintis usahanya secara lokal. Namun, kini ada kekuatan internet yang mampu membuat produknya dikenal banyak orang, bahkan dari luar Indonesia hingga lintas benua sekalipun. Hal inilah yang mendorong bisnis mereka hingga akhirnya harus mengekspor produknya tersebut.

Kini, ada suatu metode transaksi yang dinamakan remittance. Metode ini banyak menarik pebisnis muda untuk bisa go international. Namun, apa itu remittance? Berikut rangkuman dari Infobdg:

Remittance merupakan layanan pengiriman atau transfer uang yang sudah dikonversi ke mata uang asing sesuai negara tujuan. Transaksi ini bisa dilakukan secara timbal balik, tak hanya orang Indonesia yang mengirim uang keluar negeri, namun bisa juga menerima uang transfer tersebut dalam bentuk rupiah. Layanan ini dapat dilakukan oleh lembaga bank maupun non-bank.

Begitu pula dengan pengirim dan penerima uangnya, selama ia memiliki akses terhadap lembaga tersebut, maka ia pun bisa menikmati kemudahan ini. Dengan begitu, tak heran banyak UMKM di Indonesia yang kian berkembang dengan pesat dan global setiap tahunnya.

Seperti yang dicatat Kementerian Perdagangan, kegiatan ekspor pada 2017 lalu telah melampaui target, yakni sebesar $170,3 miliar. Nilai tersebut meningkat cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, dimana sebagian besarnya dihasilkan dari ekspor. Hal ini membuktikan bahwa bisnis kreatif di Indonesia memiliki kontribusi bagi devisa negara.

Target ekspor ini harus didukung oleh perbankan yang memiliki fasilitas transfer valas. Di Indonesia, salah satu perbankan yang memiliki pengembangan fasilitas tersebut adalah digibank. Digibank memiliki fitur digibank transfer valas yang dapat diakses melalui aplikasi digibank by DBS. Transaksi bisa dilakukan dalam waktu 24/7 tanpa harus pergi ke kantor cabang, sehingga uang yang dikirim bisa langsung sampai di hari yang sama.

Transaksi valas ini pun tak akan menjadi beban. Bagi sebagian orang, bertransaksi dengan mata uang asing mungkin memberatkan karena ada biaya administrasi transfer. Namun dengan digibank transfer valas ini, pengiriman uang ke lebih dari 20 negara sudah bebas biaya transfer apabila menggunakan mata uang USD, AUD, SGD, EUR, CAD, HKD, atau GBP. Nilai tukarnya pun kompetitif dan update karena digibank menggunakan FX Rate terkini.

Melihat target ekspor dan impor Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, maka sudah seharusnya kaum milenial sadar terhadap transaksi dengan valuta asing, mulai dari regulasi hingga prosesnya.

Proses pengiriman uang melalui aplikasi digibank by DBS sangat mudah. Pertama, pengguna masuk ke aplikasi yang telah diunduh, kemudian pilih “Transfer” lalu “Transfer Valas”. Kemudian, klik “Tambah Penerima” dan ikuti instruksi selanjutnya untuk memilih negara tujuan serta mata uang asing yang akan digunakan. Lalu, pilih bank penerima serta data diri si penerima. Pastikan data-data yang dimasukkan sudah benar, termasuk nominal uang yang akan dikirim. Terakhir, klik “Lanjut” untuk menyelesaikan proses. Setelah itu, uang akan terkirim dan diterima di hari yang sama selama batasan waktu sesuai dengan ketentuan digibank.