BANDUNG, infobdg.com – 7 November 2014, tanggal yang tidak akan pernah dilupakan bagi para penggemar Persib Bandung dimanapun. Pada hari Jumat itu, tim Maung Bandung berhasil merengkuh gelar juara Liga Indonesia untuk kedua kalinya.

Butuh waktu hampir dua puluh tahun untuk tim Persib Bandung bisa merebut kembali supremasi tertinggi di ajang persepakbolaan profesional Indonesia ini.

Selepas menjuarai Liga musim 2014, perjalanan Persib di liga maupun kompetisi lainnya terbilang tidak terlalu bagus. Maung Bandung hanya mampu meraih juara Piala Pramusim Walikota Padang 2015 serta Piala Presiden tahun 2015, yang di mana kala itu persepakbolaan Indonesia tidak ada kompetisi akibat hukuman FIFA (Football International Federation and Asocciation). Selebihnya, Persib Bandung belum menunjukan hasil seperti yang Bobotoh inginkan.

Kompetisi Asia 2015

Tampil sebagai juara Liga Indonesia 2014, Persib Bandung berkesempatan untuk unjuk gigi di level Asia. Tim Pangeran Biru kala itu masuk ke kualifikasi babak kedua Liga Champions Asia, dan bertemu tim asal Vietnam, Hanoi T&T FC. Namun hasil kurang beruntung didapati Atep dkk. Pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Hang Day, Vietnam, Persib Bandung harus tunduk dengan skor telak 4-0.

Gagal di babak kualifikasi Liga Champions Asia, Persib Bandung otomatis mendapatkan satu tempat di kompetisi AFC Cup, satu tingkat dibawah Liga Champions Asia. Di turnamen ini Persib Bandung berhasil mengukir sejarah dengan berhasil lolos sampai babak knock out. Meskipun di babak 16 besar harus tersingkir oleh tim asal Hongkong, Kitchee. Pada keikutsertaan yang pertama di AFC Cup pada tahun 1995, Maung Bandung hanya berakhir di fase grup dan terbenam sebagai juru kunci.

Indonesia Soccer Championship 2016

Tahun 2016, PT Gelora Trisula Semesta yang berada dibawah PT Liga Indonesia mengadakan kompetisi bernama Indonesian Soccer Championship. 18 tim besar dari penjuru Indonesia mengikuti kompetisi yang kemudian berganti nama menjadi Torabika Soccer Championship.

Persib Bandung yang kala itu diperkuat oleh legiun asing seperti Robertino Pugliara, Sergio van Dijk, Vladimir Vujovic, dan Juan Carlos Belencoso hanya mampu bertengger di peringkat ke-lima pada akhir kompetisi.

Melakoni 34 laga, Persib yang kala itu dilatih oleh Dejan Antonic mencatatkan 15 kemenangan, 10 hasil imbang dan 9 kali menelan kekalahan. Total poin yang diraih yaitu 55 poin, berbeda 13 poin dengan Persipura Jayapura yang menjadi kampiun.

Liga 1 2017

Setelah satu tahun menjalani masa hukuman dari FIFA, PSSI siap kembali menggelar kompetisi resmi Liga Indonesia pada tahun 2017. Berganti nama dari Liga Indonesia menjadi Liga 1, kompetisi ini diikuti oleh 18 tim peserta. Termasuk Persib Bandung yang memegang status juara Liga Indonesia musim sebelumnya (Liga Indonesia 2014).

PSSI dan PT LIB (Liga Indonesia Baru) membuat aturan baru di kompetisi yang kemudian diberi nama Gojek Traveloka Liga 1 ini. Salah satu aturannya adalah setiap tim boleh memiliki marquee player atau pemain bintang, dengan syarat ia pernah memperkuat negaranya di ajang Piala Dunia atau bermain di kompetisi top Eropa.

Persib Bandung sebagai salah satu tim di Indonesia yang berstatus sehat dalam kondisi keuangan, kala itu mendatangkan Michael Essien sebagai marquee player. Essien pernah memperkuat Chelsea, Real Madrid, AC Milan dan membela negaranya, Ghana, di ajang Piala Dunia.

Selain mendatangkan Essien, pada Liga 1 2017 tim Maung Bandung yang saat awal musim diarsiteki oleh pelatih Djajang Nurjaman ini juga mendatangkan Carlton Cole. Penyerang tengah berpaspor Inggris ini pernah bermain untuk tim muda Chelsea dan lama memperkuat West Ham United di ajang Premier League.

Namun sayang, sepanjang Liga 1 bergulir, performa Persib Bandung tidak sesuai dengan harapan publik Jawa Barat. Djajang Nurjaman yang berhasil mendatangkan trofi Liga Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015 ke Bandung dianggap gagal membawa anak asuhannya bersaing di papan atas. Akibatnya di tengah kompetisi, coach Djanur mengundurkan diri dari Persib Bandung. Tongkat kepelatihan kemudian diemban oleh Herrie Setyawan yang sebelumnya berstatus asisten pelatih.

Selain itu, Carlton Cole yang menyandang status penyerang bintang tidak berhasil bersinar bersama Persib Bandung. Bahkan gagal mencatatkan satu pun gol selama berkostum Maung Bandung. Sebagai pengganti, penyerang asal timnas Chad, Ezechiel N’Douassel didatangkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Cole.

Hasilnya Persib Bandung hanya mendapatkan total 41 poin dari 34 pertandingan dan mendiami peringkat ke-13 di akhir kompetisi Liga 1 2017.

Liga 1 2018

Untuk menghadapi Liga 1 musim 2018, perombakan besar terjadi di tubuh tim Pangeran Biru. Pelatih asal Argentina yang memiliki CV mentereng di persepakbolaan Asia, Mario Gomez, ditunjuk langsung menjadi arsitek tim oleh manajemen Persib Bandung.

Pemain yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan tim dilepas satu-persatu dan digantikan dengan pemain yang sesuai dengan skema Mario Gomez. Sebut saja Ardi Idrus, Ghozali Siregar, Eka Ramdani, Airlangga Sutjipto serta pemain asing Oh In-Kyun, Bojan Malisic, dan Jonathan Bauman direkrut untuk memperkuat formasi Persib Bandung.

Pada musim ini, Maung Bandung yang bermarkas di Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) berhasil membuat Bobotoh semakin bergairah dalam memberikan dukungan.
Bagaimana tidak, Mario Gomez yang baru saja mencicipi kompetisi Liga Indonesia, berhasil membawa skuat Pangeran Biru bertengger di posisi satu selama beberapa pekan.

Hasil positif di awal kompetisi sampai putaran pertama membuat Bobotoh yakin tim kebanggaannya ini akan kembali merengkuh gelar juara Liga Indonesia.

Namun kenyataan tidak selalu berjalan sesuai keinginan, performa Persib Bandung malah merosot memasuki putaran kedua. Hingga pada akhir musim Persib Bandung menutup Gojek Liga 1 2018 dengan duduk di posisi ke-4, terpaut jarak 10 poin dengan sang pemuncak klasemen, Persija Jakarta.

Liga 1 2019

Mendapatkan sponsor baru di 2019, Liga 1 kembali merubah nama menjadi Shopee Liga 1 2019. Begitupun dengan Persib Bandung yang kembali mengganti pelatihnya untuk mengarungi kompetisi.

Miljan Radovic yang pernah berkostum Maung Bandung sebagai pemain, pada musim 2019 ini dipersiapkan menjadi pelatih kepala. Namun performa yang ditunjukan pelatih berkebangsaan Montenegro ini jauh dari keinginan.

Menghadapi laga pramusim di ajang Piala Presiden 2019, Persib Bandung yang berstatus sebagai Tuan Rumah grup A, hanya mampu finish di posisi ke-3. Maung Bandung menutup grup dengan posisi dibawah Persebaya (peringkat 1) dan TIRA-Persikabo (peringkat 2).
Hasil ini membuat Bobotoh kurang puas dan mendesak manajemen Persib Bandung untuk mengganti pelatih.

Sebelum Liga 1 2019 dimulai, Miljan Radovic dilengserkan dan posisi pelatih kepala digantikan oleh Robert Rene Alberts. Pelatih yang sudah malang-melintang di persepakbolaan Indonesia ini pernah mencicipi gelar juara Liga Indonesia bersama tim Arema pada tahun 2009-2010.

Rene Alberts yang resmi ditunjuk pada 3 Mei 2019 kemudian mempersiapkan tim Persib Bandung guna menghadapi Liga 1 2019 yang akan berjalan. Tetapi ia tidak bisa melakukan banyak perekrutan pada awal musim, mengingat saat masih dilatih Radovic, Persib Bandung sudah mendatangkan beberapa pemain. Paruh pertama musim, Maung Bandung terpaku di peringkat ke-10 dengan 19 poin dari 17 kali bertanding dengan meraih 4 kemenangan, 7 hasil imbang dan 6 kali kalah.

Pelatih asal Belanda ini kemudian melakukan perombakan, terutama pada sektor pemain asing yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi dari segi permainan. Ia kemudian mendatangkan Kevin van Kippersluis, Nick Kuipers, serta Omid Nazari. Ketiganya menggantikan posisi pemain asing yang gagal berkembang di tim, yaitu Bojan Mališić, Rene Mihelič, dan Artur Geworkýan.

Pada putaran kedua, Persib Bandung menampilkan grafik yang positif, sehingga mampu menaikkan peringkat di Liga. Di akhir musim, anak asuhan Robert Rene Alberts ini mengakhiri kompetisi di peringkat ke-6. Dari 34 pertandingan, Persib Bandung meraih 13 kemenangan 12 imbang dan 9 kekalahan, dan meraup total poin 51.

Saat tulisan ini dibuat, Persib Bandung baru saja mengarungi Shopee Liga 1 2020. Robert Rene Alberts masih menjabat sebagai pelatih kepala. Selama lima tahun dari 2015, Maung Bandung gagal menjuarai kompetisi besar di Indonesia.

Selamat ulang tahun Persib Bandung. Semoga Persib Bandung bisa kembali membuat jalanan di Bandung menjadi lautan biru, seperti saat menjadi kampiun Liga Indonesia 2014 lalu.