Polemik Jalan Diponegoro, KDM: “Bukan Ditutup, Tapi Dialihkan”

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Rencana integrasi Gedung Sate dan Lapangan Gasibu lagi jadi omongan hangat warga Bandung. Gara-gara isu Jalan Diponegoro bakal ditutup permanen untuk area pejalan kaki (plasa), sebuah petisi daring langsung muncul dan diteken ribuan orang yang takut Bandung makin macet.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara soal polemik ini. Ia menegaskan kalau narasi “penutupan jalan” yang beredar di media sosial itu kurang tepat.

Bukan Ditutup, Tapi Dialihkan

Dedi meluruskan kalau pihaknya tidak akan memutus akses kendaraan begitu saja. Skema yang disiapkan adalah mengubah alur lalu lintas menjadi jalur melingkar.

“Salah itu. Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, yang ada adalah pengalihan ruas jalan,” ujar Dedi saat ditemui di Soreang, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, konsep ini nantinya akan menyatukan kawasan Gedung Sate dan Gasibu agar lebih ramah pejalan kaki. Kendaraan yang biasanya membelah kedua ikon tersebut akan diarahkan memutar mengikuti infrastruktur baru yang sedang disiapkan.

Tunggu Infrastruktur Siap
Sadar kalau kawasan tersebut adalah jalur “urat nadi” Kota Bandung, Dedi menjamin kalau perubahan arus tidak akan dilakukan secara gegabah dalam waktu dekat.

“Selama fasilitas penunjangnya belum siap, jalan tidak akan ditutup. Setelah infrastruktur barunya terbangun dan nyaman, baru arus lalu lintas kita alihkan,” tambahnya.

Warga Masih Was-was
Meski sudah ada klarifikasi, warga sepertinya belum puas. Hingga Senin malam, petisi penolakan terus bertambah. Poin utamanya tetap satu: warga khawatir skema “melingkar” ini malah bikin penumpukan kendaraan di titik lain yang jalannya lebih sempit.

Apalagi, detail teknis atau peta simulasi rekayasa lalu lintasnya sampai sekarang belum dipaparkan secara gamblang ke publik.

“Kami nggak anti-pembangunan, tapi jangan sampai demi estetika malah bikin warga stres di jalan,” tulis salah satu komentar di petisi tersebut.

Kini, bola panas ada di tangan Pemprov Jabar. Publik menanti sejauh mana efektivitas rencana ini agar integrasi kawasan ikonik tersebut nggak malah jadi “horor” baru bagi pengguna jalan di Bandung.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat