BANDUNG, infobdg.com – Untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan sebaran virus Corona atau Covid-19, Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung merilis fitur baru pada laman website covid19.bandung.go.id, yaitu peta sebaran Covid-19 di Kota Bandung dan cek mandiri untuk warga.

covid19.bandung.go.id/peta

Hal tersebut dipastikan oleh Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Anton Sunarwibowo. Ia mengatakan, kedua fitur ini sebenarnya sudah lama ada di website tersebut, khususnya fitur peta sebaran. Namun, selama ini baru digunakan untuk internal Pemkot Bandung saja.

“Sebetulnya kami sudah menyiapkan peta itu untuk kebutuhan internal. Sudah disiapkan beberapa minggu yang lalu. Namun, untuk pertimbangan kondisi agar tetap kondusif, masih dipakai unuk pimpinan,” ungkap Anton, Senin (30/3).

Data mengenai Covid-19 tersebut dirilis bertahap kepada publik agar tak terjadi kepanikan. Kini, setelah kesadaran publik relatif meningkat, Pusicov membuka data sebaran dalam bentuk peta untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan virus ini.

“Seiring berjalannya waktu, partisipasi masyarakat menjadi semakin penting. Jadi, gerakan berdiam di rumah harus mulai dipahami dan disadari bukan hanya oleh pihak Pemkot. Mudah-mudahan warga mulai sadar untuk ikut mengurangi penyebaran Covid-19 dengan berdiam diri di rumah,” beber dia.

Pada peta tersebut, Wargi Bandung yang mengunjungi situs dapat melihat data Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif di tiap kecamatan. Ada tiga indikator warna yang diperlihatkan, yakni biru, kuning, dan merah. Indikator biru menunjukkan hanya ada ODP di wilayah tersebut, kuning berarti sudah ada ODP dan PDP, sementara indikator merah terdapat pasien positif Covid-19, PDP, dan ODP.

Dilihat dari sebaran titiknya, tampak seluruh kecamatan setidaknya sudah terdapat ODP. Data per 30 Maret 2020, ada 4 titik biru, 16 titik kuning, dan 11 titik merah.

“Seluruh kecamatan sudah ada ODP, karena Kota Bandung ini mobilisasi penduduknya cukup tinggi, belum lagi ada yang mudik dari luar kota. Maka dari itu kita selalu mengimbau warga agar jangan bepergian kemana-mana,” harap Anton.

Selain peta sebaran, Pusicov pun menyediakan fitur untuk melakukan pemeriksaan mandiri. Warga bisa mengecek potensi kemungkinan terpapar virus Corona.

“Karena di fitur ini kami tidak meminta data pribadi, jadi warga yang terdeteksi oleh aplikasi berpotensi terpapar virus, mohon segera menghubungi 119 untuk melapor atau berkonsultasi,” jelas dia.

Hingga berita ini diturunkan, telah lebih dari 10.500 responden yang telah melakukan cek mandiri. Anton berharap, jika warga sudah mengecek secara mandiri, mereka akan lebih bisa mengantisipasi lebih baik.
“Kalau sudah aman, baiknya tetap tenang dan terus melakukan physical distancing. Apalagi kalau tidak aman, langsung segera melapor. Data-data ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan kita sehingga penyebaran penyakit bisa dicegah bersama-sama,” tandasnya.