BANDUNG, infobdg.com – Kampung Wisata dan Co-working Space Braga resmi diluncurkan pada Minggu (10/11), bersamaan dengan pelaksanaan Braga Festival, di Jalan Braga, Kota Bandung. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan tugu yang berada di depan Hotel The Braga Art, oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

Foto: Humas Pemkot Bandung

Dalam kesempatan tersebut, Oded menyampaikan bahwa hadirnya kampung wisata dan co-working space di Braga ini dapat menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini bisa meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. Termasuk menghadirkan jiwa enteurpreneur,” ujar Oded.

Oded berharap tempat tersebut menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi.

“Tempat ini sebagai berkumpulnya masyarakat dalam mengembangkan ekonomi. Di sini ada pelatihan menjahit, melukis, juga akan ada merakit lampu. Intinya, semua program yang dimensi penguatan ekonomi harus dirangkul,” katanya.

Foto: Humas Pemkot Bandung

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, kampung wisata kreatif didalamnya terdapat beberapa kawasan, diantaranya kawasan tanaman obat keluarga di RW 06, sanggar melukis, kacapi suling, tembang Sunda Cianjuran dan degung di Rumah Seni Ropih, serta industri kerajinan daur ulang sampah koran dan kantong plastik RW 06.

Selain itu, ada pula kawasan pasar antik Cikapundung dan destinasi wisata Kuliner legendaris seperti Braga Permai, Kopi Aroma, dan Warung Kopi Purnama.

“Untuk tahun depan kita terus kembangkan seperi destinasi wisata mural di Jalan Marconi, Morse dan Jalan Radio. Serta kampung wisata Warna Warni di Cikapundung,” beber dia.

Kenny, sapaan akrabnya mengungkapkan, Braga dipilih sebagai kawasan percontohan untuk wilayah lainnya karena Braga memiliki potensi art deco, sejarah, dan kebudayaan yang cukup kental.

“Kampung Braga itu, temanya sejarah dan warisan budaya dan krearif. Kawasan ini banyak sejarah, kaitan dengan KAA dan Soekarno,” tandasnya.