BANDUNG, infobdg.com – Industri modest fashion di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Haadiya Syari hadir sebagai brand baru yang menawarkan pendekatan berbeda dengan menekankan makna, nilai, dan kesadaran dalam berpakaian modest.
Peluncuran Haadiya Syari dikemas melalui acara bertema “How to be Inspired by Faith, Rooted in Values”, selaras dengan tagline brand Inspired by Faith, Rooted in Values. Tema ini menegaskan komitmen Haadiya Syari untuk menghadirkan busana syar’i yang berakar pada iman, nilai-nilai Islam, serta kesadaran akan penghambaan kepada Allah Azza Wa Jalla.
Di balik lahirnya Haadiya Syari terdapat sosok Alia Karenina sebagai founder. Ia membagikan perjalanan personal yang menjadi fondasi brand ini. Nama Haadiya berarti “hadiah”, namun bagi Alia, makna tersebut lahir dari sebuah kehilangan besar, wafatnya sang suami akibat kanker. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang membawanya pada proses pendalaman iman, perubahan gaya hidup, hingga pemaknaan ulang terhadap cara berpakaian, yang dijalani secara perlahan dan penuh kesadaran.
Pengalaman Alia yang kerap beraktivitas antara Jakarta dan Bandung turut memengaruhi lahirnya Haadiya Syari. Perbedaan iklim dan mobilitas tinggi membuatnya sulit menemukan busana syar’i yang nyaman dikenakan sepanjang hari. Dari kebutuhan tersebut, Haadiya Syari hadir dengan fokus pada penggunaan natural fabric yang ringan, breathable, tidak panas, serta sesuai dengan iklim tropis. Bagi Alia, kenyamanan merupakan bagian penting dari keberlanjutan dan kualitas hidup.
Nilai keberlanjutan juga tercermin dalam konsep acara dan filosofi brand. Alia berkomitmen menciptakan kegiatan yang minim limbah, termasuk penggunaan kain sebagai elemen dekorasi yang dapat dimanfaatkan kembali. Ia juga menghindari penggunaan bunga potong sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan dan alam, sejalan dengan nilai filosofis Haadiya Syari.
Haadiya Syari menolak konsep fesyen yang serba cepat dan sementara. Brand ini mengusung prinsip keberlanjutan dengan masa pakai panjang sebagai wujud menjaga titipan Allah. Alia berharap Haadiya Syari menjadi ruang belajar bersama bagi para muslimah untuk tetap istiqomah berpakaian syar’i, sekaligus mengubah stigma bahwa busana syar’i bukan simbol keterbatasan, melainkan pilihan sadar yang penuh kekuatan dan ketakwaan.
Melalui tema “In Return”, Haadiya Syari mengajak perempuan memahami bahwa setiap pilihan yang dilandasi niat baik akan selalu berbuah kebaikan. Modesty tidak menghilangkan apa pun, justru menghadirkan ketenangan, kejernihan, dan kekuatan batin.
Pada koleksi kapsul perdananya, Haadiya Syari berkolaborasi dengan desainer Adrie Basuki melalui penggunaan batik Sadabhumi yang sarat filosofi perjuangan, terinspirasi dari para pejuang kanker. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas di industri modest fashion, sekaligus menumbuhkan empati dan solidaritas.
Koleksi perdana Haadiya Syari dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama, One Path, merepresentasikan tauhid melalui garis desain yang tegas. Pilar kedua, The Shape That Influence, The Influence That Shaped Me, terinspirasi dari perjalanan hidup Alia di berbagai negara dan diwujudkan melalui unsur batik, tenun, serta sentuhan budaya global. Pilar ketiga, The Calm Within, menampilkan desain polos tanpa ornamen yang menonjolkan ketenangan dan kesederhanaan, dirancang khusus untuk kenyamanan beribadah termasuk umrah.
Dalam kesempatan yang sama, Alia juga memperkenalkan kembali brand modest fashion miliknya yang lebih dulu hadir pada 2022, Aleiya. Brand ini kini mengalami transformasi dengan desain yang lebih sederhana dan ditujukan untuk generasi muda yang mulai tertarik mengenakan busana modest.
Produk Haadiya Syari dan Aleiya dapat mulai dibeli pada 18 Februari 2026 melalui situs resmi inreturn.co.




