BANDUNG, infobdg.com – Prosesi penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2019 di Jawa Barat segera memasuki tahap seleksi.

Terdata sebanyak 297.255 orang yang memilih formasi instansi se-Jawa Barat, termasuk 27 pemda kabupaten/kota. Namun, jumlah peserta CPNS yang lolos tahap administrasi ada 282.620 orang.

Dari jumlah tersebut, 37.985 peserta akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan CPNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di mana kuotanya sebanyak 1.934 formasi jabatan. Seleksi akan digelar di Gedung Youth Center, Sport Jabar Arcamanik, Bandung, pada 29 Januari-8 Februari 2020.

“Dari total pelamar yang masuk, yakni 41.722 orang, ada 37.985 pelamar yang lolos tahap administrasi dan akan mengikuti SKD untuk 1.934 formasi jabatan di lingkungan Pemprov Jabar,” ungkap Tulus Arifan, Kabid Pengadaan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, di Gedung Sate, Bandung (23/1).

Pelaksanaan SKD Pemprov Jabar yang berlangsung selama 11 hari tersebut akan digelar dalam 5 sesi di setiap harinya, yakni pukul 08.00, 10.00, 13.30, 15.30, dan 16.30, kecuali di hari Jumat, hanya 4 sesi. Setiap sesinya akan berlangsung selama 90 menit.

Tulus memastikan, seluruh panitia telah siap menggelar seleksi ini. Pihaknya menyediakan 720 unit komputer untuk SKD melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang terpusat di BKN RI.

Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB No. 24/2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019, para pelamar dengan jalur formasi umum dan formasi khusus tenaga pengamanan siber (cyber security) harus melampaui passing grade sebesar 126 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 65 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Perubahan nilai ambang batas pun dipengaruhi karena komposisi soal yang berubah untuk tahun ini. Setelah perubahan, jumlah soal TWK menjadi 30 soal, TIU 35 soal, dan TKP 35 soal.

Tulus pun menekankan agar peserta tidak perlu percaya kepada pihak-pihak yang bisa menjamin peserta untuk bisa langsung lolos menjadi PNS.

“Jangan percaya calo, jangan percaya pihak-pihak yang katanya bisa menjamin peserta akan langsung lolos. Karena lolos atau tidaknya peserta sudah bisa tahu begitu selesai tesnya, sudah tercantum di sana,” kata Tulus mengakhiri.