BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan langkah baru untuk mengatasi maraknya parkir liar di sejumlah ruas jalan. Salah satu solusi yang akan diterapkan yakni mengubah desain trotoar agar kendaraan tak lagi mudah naik dan parkir di area pejalan kaki.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, konsep penataan tersebut sudah dibahas bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam rencana itu, trotoar akan dibuat lebih tinggi dan akses menuju jalur pedestrian akan dipersempit supaya tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menurut Farhan, penataan ini bukan hanya menyasar kendaraan yang parkir sembarangan, tetapi juga akan berpengaruh pada aktivitas pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di atas trotoar. Nantinya, Pemkot bakal mengatur ulang area berjualan serta jam operasional para PKL.
Ia menegaskan, penataan tetap mempertimbangkan kenyamanan masyarakat, termasuk akses bagi penyandang disabilitas. Fasilitas untuk pengguna kursi roda maupun pejalan kaki berkebutuhan khusus disebut tetap akan diakomodasi.
Sejumlah jalan utama yang kerap dipenuhi parkir liar masuk dalam daftar prioritas penanganan, seperti kawasan Jalan Ir. H. Juanda (Dago) dan Jalan LLRE Martadinata (Riau). Di lokasi tersebut, trotoar rencananya akan ditinggikan hingga sekitar 50 sentimeter serta dipasang lampu penerangan.
Selain bentuk fisik, Pemkot juga tengah mempertimbangkan penggunaan material aspal untuk pembangunan trotoar. Meski tampilannya dinilai lebih sederhana, material ini dianggap cukup kuat selama saluran air di sekitarnya berfungsi dengan baik.
Di sisi lain, Pemkot Bandung akan melakukan pendekatan kepada para PKL untuk menyusun aturan baru. Salah satunya melarang pembangunan lapak semi permanen di atas trotoar dan membatasi waktu berdagang.
Program ini merupakan bagian dari proyek penataan 17 ruas jalan di Kota Bandung yang kini sedang dipercepat. Pemerintah berharap trotoar kembali berfungsi sebagai ruang aman bagi pejalan kaki sekaligus membantu mengurangi kemacetan akibat parkir sembarangan.


