BANDUNG, indobdg.com – Menyambut International Woman’s Day, telah digelar talkshow “Girls Talk” yang membahas mengenai peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara tersebut merupakan bentuk kontribusi dari brand tas EXSPORT untuk mengajak perempuan Indonesia agar lantang dalam menjawab pertanyaan “perempuan bisa apa?”, yang biasanya sering dilontarkan di masyarakat.

Talkshow “Girls Talk” yang digelar Sabtu (7/3) di Block 71, Dago, ini diinisiasi oleh komunitas EXSPORT, yakni Explorkeun. Komunitas Explorkeun bergerak sebagai wadah pembelajaran bagi kaum milenial dan Generasi Z di masa kini untuk membawa dampak positif bagi perempuan Indonesia.

“Peran perempuan begitu besar, tak kalah dengan pria. Perempuan bisa berdampak, bisa memimpin, dan layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan pria untuk hal apapun. Maka, acara ini bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi perempuan Indonesia agar dapat memberikan dampak positif dimanapun mereka berada,” ujar Angel Lukito, founder komunitas Explorkeun, sekaligus brand representative EXSPORT.

Dengan audience yang sebagian besar merupakan pelajar, mahasiswa, dan para profesi muda, Girls Talk menghadirkan perempuan-perempuan muda yang hebat di bidangnya sebagai narasumber, mulai dari aktivis lingkungan, penulis, seniman, hingga CEO gerakan lingkungan. Antara lain artis Marcella Kikyanto, Founder Solar Chapter, Mustika Wijaya, Co-Founder Lalita Project, Abigail, CEO Bank Sampah Bersinar, Fei Febri, serta Founder Sadari Sedari, Nabilah.

Angel berharap, melalui acara ini perempuan Indonesia terlebih para generasi muda yang masih punya waktu, tenaga, dan kreativitas tanpa batas, semakin terinspirasi untuk terus menyebarkan kebaikan atau creating goodness.

“Melalui ini kami ingin mengajak perempuan Indonesia untuk terus bisa mengejar mimpinya dan menginspirasi sekitarnya,” pungkas Angel.

Seperti halnya Nabilah, Founder Sadari Sedari yang menjadi salah satu narasumber dalam talkshow “Girls Talk”, perempuan Indonesia diharapkan bisa menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing.

“Perempuan Indonesia harus mulai aware, apalagi masalah fashion yang sangat dekat dengan kita. Pasti punya masalah dengan baju-baju yang sudah gak kepakai, di sini kita bergerak untuk ngumpulin pakaian bekas masyarakat, diolah kembali, kita desain ulang, repair, untuk disalurkan,” beber Nabilah.

Sadari Sedari berangkat dari kekhawatiran akan menumpuknya sampah tekstil. Penyaluran pengolahan limbah tekstil oleh tim Sadari Sedari yang diinisisasi Nabilah kini sudah bisa membiayai 35 adik asuh di Kota Cimahi, serta membantu kebutuhan sandang korban bencana.