BANDUNG, infobdg.com – Mengenai industri yang diduga telah melakukan pencemaran terhadap Sungai Cileungsi, Bogor, dan Sungai Cilamaya, Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan penindakan.

Foto: Pemprov Jabar

Sesuai dengan penuturan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar, Bambang Riyanto, bahwa Pemprov Jabar akan turun tangan untuk melakukan pembenahan di kedua sungai tersebut.

“Sebelum dipanggil Ombudsman, Pak Gubernur sudah memerintahkan akan turun tangan ke sungai-sungai bermasalah di Jawa Barat, salah satunya Cileungsi dan Cimalaya,” ungkapnya di Gedung Sate, Bandung, Rabu (2/10).

Menurut Bambang, penanganan Sungai Cileungsi akan diperkuat lagi dengan rekomendasi Ombudsman yang meminta [emprov mengambil alih penanganan dari Pemkab Bogor. “Bogor sebetulnya sudah berupaya, namun dinilai belum optimal,” imbuh dia.

Sementara untuk sungai Cilamaya yang melewati Karawang, Subang, dan Purwakarta akan pihaknya benahi setelah melihat situasi pencemaran yang sudah sama beratnya. “Terutama di Karawang, yang terkena dampak paling besar,” katanya.

Pemprov Jabar saat ini tengah menyiapkan pranata penuntasan kedua sungai tersebut karena tidak masuk dalam perencanaan sebelumnya, seperti Sungai Citarum.

“Ini baru sekarang artinya kita menata dulu payung hukumnya dan siapa saja yang terlibat di dalamnya, itu sudah kita siapkan,” bebernya.

Tahapan-tahapan ini dipastikan sedang dilakukan. Dalam waktu dekat, penanganan ini akan melibatkan banyak pihak seperti TNI/Polri, pun penyiapan dukungan anggaran.

“Dalam waktu dekat mudah-mudahan sudah ada dan siap, dengan anggaran yang tidak ada sebelumnya kita harus bisa, secepatnya,” tandas Bambang.

Rencana aksi di lapangan yang sudah disiapkan antara lain memeriksa industri-industri di dua sungai tersebut yang diduga menjadi pelaku pencemaran.

“Sementara dari data yang kita miliki Cileungsi ada 56 industri, di Cilamaya ada 26 industri, terindikasi mencemari,” terangnya.

Bambang memastikan data tersebut akan terus berkembang setelah pihaknya langsung melakukan pemeriksaan ke lapangan.