BEKASI, infobdg.com – Gerakan penanaman 50 juta pohon di sejumlah lahan kritis di Jawa Barat yang digagas oleh Gubernur Ridwan Kamil segera dimulai pekan depan.

Penanaman akan dilakukan di dataran pegunungan, bukit, hingga pinggiran sungai, salah satunya sebagai upaya antisipasi bencana banjir dan longsor.

Gerakan tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat Jawa Barat, salah satunya di daerah Kemang Pratama, Kota Bekasi. Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar, memberikan apresiasi terhadap masyarakat Kemang Pratama yang tergabung dalam Forum RW dan Dewan Lingkungan Hidup Kemang Pratama, sebab telah memulai lebih dulu gerakan menanam 8.000 pohon di wilayahnya.

“Ini adalah inisiatif yang sangat kita hargai, saya datang untuk menyemangati Kemang Pratama yang kompak seperti ini, Bekasinya juga, inisiatifnya luar biasa, maka kota/kabupaten harus melakukan hal yang sama,” ujar Emil, ditemui Minggu (1/3), di area penanaman pinggir tanggul Kemang Pratama, Kota Bekasi.

Seperti diketahui, daerah Bekasi kerap tergenang banjir saat musim hujan tiba. Khususnya di daerah perumahan Kemang Pratama yang beberapa waktu lalu sempat mengalami tanggul jebol. Untuk itu, warga Kemang Pratama berinisiatif untuk menanam 8.000 pohon, termasuk jenis vertiver, di area pinggir tanggul.

Sementara untuk penanggulangan banjir Bekasi, Kementrian PUPR menganggarkan dana sebesar 4,3 Triliun untuk pembuatan danau retensi dan normalisasi.

“Semoga bisa ngebut dan menghasilkan solusi untuk penanggulangan banjir khususnya yang ada di Kota/Kab Bekasi,” pungkasnya.

Emil mengaku gerakan menanam 50 juta pohon di Jawa Barat ini sangat memerlukan partisipasi masyarakat. Sebab, hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi potensi kebencanaan, khususnya dari banjir dan longsor.

“Kalau ditanam pohon, apalagi jenis vertiver, seperti ilalang yang akarnya bisa sampai 3 meter, itu bisa menyerap air dan menahan longsor. Sudah dibuktikan di Citarum,” tandas dia.