BANDUNG, infobdg.com – Kota Bandung dikenal sebagai surga kuliner dengan ragam pilihan makanan, khususnya masakan khas Sunda. Namun, di tengah dominasi tersebut, restoran Saji Marem hadir menawarkan pengalaman berbeda melalui masakan rumahan khas Jawa Tengah dan Yogyakarta yang otentik, lengkap dengan nuansa hangat ala rumah.
Saji Marem hadir untuk menjawab kerinduan masyarakat perantau terhadap cita rasa masakan Jawa, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat Bandung. Mengusung konsep masakan rumahan, restoran ini ingin menghadirkan rasa yang akrab, sederhana, namun penuh kenangan.
Outlet Manager Saji Marem, Erik Pardiana, menjelaskan bahwa konsep utama yang diusung berangkat dari masakan Jawa Tengah dengan sentuhan rumahan. Hal ini tercermin dari pemilihan menu, cara penyajian, hingga suasana yang ingin dibangun di dalam restoran.
“Konsep kami lebih ke Jawa Tengah dengan nuansa masakan rumahan. Kami ingin membawa suasana Jawa ke Bandung, supaya pengunjung bisa merasakan sensasi seperti berada di Jogja,” ujar Erik.
Nama Saji Marem sendiri memiliki makna penyajian yang memuaskan dan lezat. Filosofi ini menjadi dasar dalam menghadirkan setiap hidangan, agar cita rasa yang disajikan tetap konsisten dan terasa seperti masakan buatan rumah.
Dari sisi menu, Saji Marem menawarkan sekitar 60 hingga 70 pilihan menu yang saat ini sudah tersedia, dari total lebih dari 100 menu yang tengah dikembangkan. Ragam menu tersebut mencakup lauk pauk, sayur, hingga sambal khas Jawa yang kaya rasa.
Beberapa menu andalan yang menjadi favorit pengunjung antara lain Mangut Manyung, Botok Teri, Krecek, serta berbagai olahan ayam yang menggunakan ayam kampung jantan. Pemilihan bahan baku ini dilakukan untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur daging yang lebih khas.
Untuk harga, Saji Marem membanderol menu dengan kisaran yang relatif terjangkau. Pengunjung bisa menikmati hidangan mulai dari Rp7.000 untuk menu sederhana, hingga Rp35.000–Rp40.000 untuk menu utama.
Tak hanya menghadirkan kuliner, Saji Marem juga berupaya menyajikan pengalaman bersantap yang lebih lengkap dengan menghadirkan unsur budaya. Restoran ini bekerja sama dengan Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya untuk menampilkan kesenian Jawa pada waktu-waktu tertentu.
Kegiatan kesenian tersebut dibina oleh Paguyuban Gentra Sentramas dan biasanya digelar pada akhir pekan atau hari-hari tertentu. Kehadiran hiburan budaya ini diharapkan dapat memperkuat nuansa Jawa sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Respon positif pun datang dari pengunjung yang telah mencoba Saji Marem. Cynthia (17), salah satu pengunjung asal Bandung, mengaku terkesan sejak pertama kali datang ke restoran tersebut.
“First impression aku wow banget, karena biasanya kalau makan di Bandung identik sama makanan Sunda. Di sini beda, favorit aku ayam goreng sama sambelnya, pedasnya kerasa banget,” ujar Cynthia.
Saji Marem saat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB. Tingginya animo masyarakat membuat pihak manajemen mulai mempertimbangkan pengembangan ke depannya, baik dari sisi kapasitas maupun layanan.
“Kapasitas tempat duduk sekarang sekitar 150 kursi dan kami menargetkan bisa bertambah menjadi 170 kursi. Selain itu, kami juga punya rencana untuk membuka layanan sarapan pagi ke depannya, menyesuaikan permintaan masyarakat,” kata Erik.
Menjelang momen-momen tertentu seperti Bulan Ramadan dan Lebaran, Saji Marem juga tengah menyiapkan menu serta kemasan khusus. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati masakan Jawa dalam suasana perayaan.
Dengan konsep masakan rumahan Jawa yang otentik, harga terjangkau, serta sentuhan budaya, Saji Marem optimistis dapat bersaing dan menjadi pilihan baru bagi pecinta kuliner di Kota Bandung.***




