Bandung Masuk Kota Termacet, Kecepatan Kendaraan 16 Km per Jam

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Kota Bandung kembali menjadi sorotan terkait kondisi lalu lintas setelah TomTom merilis data terbaru dalam TomTom Traffic Index 2025. Berdasarkan laporan tersebut, Bandung tercatat sebagai salah satu kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di Indonesia.

Dalam data yang dipublikasikan TomTom, tingkat kemacetan rata-rata di Kota Bandung mencapai 64,1 persen. Angka tersebut menunjukkan waktu perjalanan di Bandung secara signifikan lebih lama dibandingkan kondisi lalu lintas tanpa hambatan.

TomTom mencatat, untuk menempuh jarak 10 kilometer di Bandung, pengendara rata-rata membutuhkan waktu sekitar 32 menit 26 detik. Pada jam sibuk sore hari, waktu tempuh bahkan dapat meningkat hingga lebih dari 40 menit per 10 kilometer.

Kecepatan rata-rata kendaraan saat jam sibuk di Bandung tercatat sekitar 16,3 kilometer per jam. Selain itu, TomTom memperkirakan pengguna jalan di Bandung kehilangan waktu hingga 129 jam per tahun akibat kemacetan lalu lintas.

TomTom Traffic Index merupakan laporan tahunan berbasis data GPS kendaraan yang membandingkan waktu perjalanan aktual dengan waktu tempuh ideal tanpa hambatan. Data tersebut digunakan untuk menggambarkan tingkat kepadatan lalu lintas di berbagai kota besar dunia, termasuk Bandung.

Dinas Perhubungan Kota Bandung menyatakan data kemacetan global tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi lalu lintas harian di Kota Bandung. Menurut Dishub, kepadatan lalu lintas di Bandung terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama pada jam sibuk pagi.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan puncak kemacetan berlangsung pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, saat aktivitas masyarakat menuju tempat kerja dan sekolah berlangsung bersamaan. Di luar rentang waktu tersebut, arus lalu lintas di sebagian besar ruas jalan relatif lebih lancar, ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Walikota Bandung, Muhammad Farhan merespon terkait hal ini. Ia menjelaskan bahwa ini menjadi tantangan terkait masalah lalu lintas di Kota Bandung yang masih belum selesai. Farhan juga menambahkan perbaikan infrastruktur jalan akan dilakukan untuk mengatasi hal ini.

Farhan juga menyoroti perbaikan Automatic Traffic Control System (ATCS) dalam hal penerapan teknologi AI diseluruh Kota Bandung. Selain itu juga Farhan akan melakukan review terhadap angkot beserta trayeknya. Hal ini selaras dengan persiapan BRT yang menggandeng Angkot sebagai feeder.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat