BANDUNG, INFOBDG.com – Era baru Persib Bandung resmi dimulai. Pelatih kepala anyar Igor Tolic mulai menjalankan tugasnya mempersiapkan Maung Bandung menghadapi musim 2026/2027. Dalam sesi door stop perdana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (7/7/2026), pelatih asal Kroasia itu berbicara mengenai penghormatannya kepada Bojan Hodak, alasan diundurnya latihan bersama, hingga persiapan menghadapi musim yang diprediksi menjadi salah satu yang tersibuk dalam sejarah Persib.
Menggantikan sosok Bojan Hodak yang berhasil mempersembahkan tiga gelar juara liga secara beruntun tentu bukan tugas ringan. Namun, Igor menegaskan dirinya datang bukan untuk menghapus jejak pendahulunya, melainkan melanjutkan fondasi yang telah dibangun.
Sebut Bojan Hodak sebagai Legenda
Igor mengawali pernyataannya dengan menyampaikan salam khusus kepada Bojan Hodak. Menurutnya, mantan pelatih Persib itu merupakan sosok yang sangat dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara asal mereka, Kroasia.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan salam untuk teman saya, Bojan Hodak. Bagi saya dan masyarakat Kroasia, Bojan adalah legenda. Saya berbicara dengannya hampir setiap hari. Ketika orang-orang mendengar namanya, mereka langsung menunjukkan rasa hormat karena apa yang telah dia capai,” ujar Igor.
Ia menilai keberhasilan Bojan membawa Persib meraih tiga gelar juara liga berturut-turut merupakan pencapaian luar biasa yang akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub.
“Saya ingin mengucapkan selamat sekali lagi kepada Bojan atas tiga gelar juara yang berhasil ia persembahkan untuk Persib. Namanya akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub dan orang-orang tidak boleh melupakan hal itu,” katanya.
Igor mengaku menghormati seluruh pekerjaan yang telah dilakukan Bojan selama menangani Persib. Kini, tugasnya adalah melanjutkan fondasi tersebut sambil membawa tim terus berkembang menghadapi tantangan yang lebih besar.
Persiapan Sudah Dimulai Sejak Akhir Mei
Meski baru memimpin aktivitas tim di lapangan, Igor mengungkapkan pekerjaannya bersama Persib sebenarnya sudah dimulai sejak akhir Mei 2026, tidak lama setelah dirinya ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Sejak 27 Mei, ia bersama jajaran manajemen, termasuk Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, terus melakukan komunikasi hampir setiap hari untuk menyusun berbagai kebutuhan tim.
“Sejak 27 Mei, saya dan Pak Glenn terus berkomunikasi setiap hari. Kami tidak pernah berhenti bekerja. Kami memikirkan bagaimana membuat Persib menjadi lebih baik, meningkatkan semua proses di dalam klub, dan mempersiapkan berbagai tantangan musim depan,” ungkapnya.
Menurut Igor, sejumlah pekerjaan telah berhasil diselesaikan, mulai dari penyusunan komposisi skuad hingga berbagai aspek teknis lainnya. Namun, masih ada beberapa proses yang terus dimatangkan agar Persib semakin siap menghadapi musim baru.
Latihan Bersama Diundur Demi Kondisi Pemain
Salah satu keputusan pertama yang diambil Igor bersama tim pelatih adalah mengundur jadwal latihan bersama Persib. Semula, latihan kolektif dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7/2026), namun kemudian diputuskan baru dimulai pada Sabtu (11/7/2026).
Keputusan tersebut diambil agar seluruh pemain memiliki waktu lebih banyak untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus beradaptasi, terutama pemain asing dan rekrutan baru yang baru tiba di Bandung.
Meski latihan bersama belum dimulai, mayoritas pemain disebut sudah berada di Bandung dan menjalani program latihan mandiri sesuai arahan tim pelatih.
“Banyak pemain sudah ada di sini dan mereka mempersiapkan diri sendiri. Namun, kami memiliki beberapa pemain yang perlu adaptasi, seperti terkena flu. Kami tidak ingin mengambil risiko,” jelas Igor.
Menurutnya, memaksakan pemain yang belum sepenuhnya bugar mengikuti latihan dengan intensitas tinggi justru berpotensi meningkatkan risiko cedera pada awal musim.
Adaptasi Pemain Asing Jadi Perhatian
Igor mengungkapkan beberapa pemain asing anyar Persib masih menjalani proses adaptasi setelah tiba di Indonesia.
Selain harus menyesuaikan diri dengan cuaca dan lingkungan baru, ada pemain yang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti flu perut. Kondisi tersebut dinilai wajar dialami pemain yang baru pertama kali datang ke Indonesia.
Tak hanya itu, proses kedatangan sejumlah pemain asing dari Eropa juga sempat terkendala jadwal penerbangan internasional. Beberapa penerbangan transit mengalami penundaan sehingga membuat proses bergabungnya pemain ke Bandung tidak berjalan sesuai rencana.
Karena itu, tim pelatih memilih memberikan waktu tambahan agar seluruh pemain benar-benar siap sebelum memasuki program latihan penuh.
Fokus Hadapi Musim Tersibuk Persib
Igor menilai Persib akan menghadapi musim yang jauh lebih padat dibanding musim-musim sebelumnya.
Selain berkompetisi di Liga Indonesia, Maung Bandung juga dijadwalkan tampil di AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship (ACC/Shopee Cup). Persib juga berpotensi mengikuti Piala Presiden sebagai turnamen pramusim, serta Piala Indonesia apabila kembali digelar.
Padatnya agenda membuat tim pelatih harus menyusun program latihan secara cermat. Igor mengaku masih menunggu kepastian jadwal dari seluruh kompetisi agar beban latihan pemain dapat diatur secara optimal.
“Kami membutuhkan banyak informasi sebelum menentukan program latihan. Kami harus menunggu kepastian jadwal dari Piala Presiden, Liga Indonesia, Shopee Cup, AFC Champions League Two hingga agenda Tim Nasional Indonesia. Semakin lengkap informasi yang kami dapatkan, semakin baik pula kami bisa menyusun program latihan,” ujarnya.
Ia mengatakan komunikasi terus dilakukan dengan PSSI, operator liga, penyelenggara Shopee Cup, hingga AFC agar Persib memperoleh kepastian jadwal secepat mungkin.
Dengan waktu persiapan sekitar sepuluh hari sebelum bergulirnya Piala Presiden 2026, Igor optimistis Persib bisa memanfaatkan masa pramusim secara maksimal.
“Tahun ini kami punya waktu sekitar sepuluh hari. Jadi kami bisa lebih siap untuk Piala Presiden dan meminimalkan risiko cedera,” tuturnya.
Kini, seluruh fokus Persib tertuju pada pembentukan kondisi fisik, adaptasi pemain baru, serta penyempurnaan program latihan. Di bawah komando Igor Tolic, Maung Bandung bersiap memasuki musim baru dengan target mempertahankan tradisi juara di kompetisi domestik sekaligus berbicara lebih banyak di level Asia.

