Gubernur Ridwan Kamil Keluarkan Surat Peningkatan Kewaspadaan di Jabar

Berita Lainnya

Pasien Covid-19 di Jabar Naik Turun

BANDUNG, infobdg.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan laporan terkait angka kesembuhan dan kematian akibat Covid-19, pada Selasa (22/9). Kang Emil, sapaan akrabnya menuturkan...

Jelang Hari Jadi Kota Bandung, Oded-Yana Ziarah ke Makam Leluhur Bandung

BANDUNG, infobdg.com - Kota Bandung akan menginjak usia ke-210 pada 25 September 2020 mendatang. Menjelang Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ini, Wali Kota Bandung,...

AKB Diperketat, Tim Gabungan Siap Bubarkan Kerumunan Warga

BANDUNG, infobdg.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung membentuk tiga tim penegakan aturan untuk mendisiplinkan masyarakat selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)...

Hiro Kembali Rilis Single Berjudul “Hijrah Anthem”

MUSIK, infobdg.com - Setelah merilis single perdananya yang berjudul "Jumat Berkah" tahun lalu, kini Hiro hadir kembali lewat single kedua mereka yang berjudul "Hijrah...

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah intens meningkatkan kewaspadaan untuk menekan potensi penularan Covid-19, salah satunya dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 443/134/Hukham tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan Covid-19 yang ditandatangani Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pada Sabtu (12/9) lalu.

Humas Jabar

Dikatakan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, SE tersebut dikeluarkan sebab adanya lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta dan wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi).

Daud berharap, dengan keluarnya SE tersebut kewaspadaan semua daerah di Jabar meningkat. Selain itu, Bupati/Wali Kota diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jabar efektif dalam menekan angka penyebaran kasus Covid-19,” kata Daud, Minggu (13/9).

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mencontohkan penerapan PSBM di Kota Bogor sejak 29 Agustus lalu. Di mana setelah penerapan PSBM, kasus positif Covid-19 di Kota Bogor menurun. PSBM sendiri mengatur pembatasan jam operasional toko, mall, atau pusat kegiatan hingga pukul 18.00 WIB serta penerapan jam malam setelah pukul 21.00 WIB.

Melalui SE tersebut, bupati/walikota diminta memperketat pengawasan di fasilitasi publik untuk mencegah terciptanya kerumunan. Sosialiasi dan publikasi tentang protokol kesehatan serta perilaku hidup sehat mesti digencarkan.

“Sanksi terhadap para pelanggar protokol kesehatan harus ditegakkan. Bupati/walikota diminta mengatur jam operasional kegiatan publik,” ucap dia.

Menurut Daud, bupati/walikota harus meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan pihak Kepolisian serta TNI.

“Kami berharap dengan terus meningkatkan kewaspadaan, COVID-19 dapat dikendalikan dan angka kasus positif dapat terus ditekan,” tandasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...