Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Jabar Tingkatkan Kesiapsiagaan

Berita Lainnya

Dukung Penerapan Protokol Kesehatan Masyarakat, Grab Jalin Kerja Sama dengan Dishub Kota Bandung

BANDUNG, infobdg.com - Grab Indonesia tengah menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk terus memerangi Covid-19 dengan melaksanakan pengecekan protokol kesehatan kepada...

Hasil Ketekunan Cokorda Membuahkan Hasil Jadi Milyader Muda

ARTIKEL, infobdg.com - Wargi Bandung khususnya para wanita pastinya nggak asing lagi kan dengan nama MS Glow? Yup! Kalau di Bandung, MS Glow dikenal...

Bandung Zona Merah, Sejumlah Ruas Jalan Bakal Ditutup Selama 14 Hari, Salah Satunya Dipatiukur

BANDUNG, infobdg.com - Level kewaspadaan Covid-19 Kota Bandung kembali masuk zona merah. Menyikapi hal ini, Tim Gugus Tugas Covid-19 langsung bergerak mengawali penertiban dan...

Masuk Zona Merah, Pemkot Bandung Sterilkan Jl Dipatiukur Dari Kerumunan

BANDUNG, infobdgcom - Satpol PP Kota Bandung dan Dishub Kota Bandung yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung didampingi oleh Polrestabes Bandung...

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah intens meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pun memastikan akan memperkuat koordinasi semua pihak, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, sampai TNI/Polri.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 Tingkat Provinsi Jabar di Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (5/11/20).

“Setiap tahun saya sampaikan kebencanaan di Jawa Barat itu antara 1.000 sampai 2.000 kebencanaan per tahun. Kalau dibagi 365 hari dalam setahun, maka kebencanaan di Jawa Barat itu bisa 3 sampai 4 kali sehari,” kata Emil, sapaan akrabnya, Kamis (5/11), di Gedung Sate.

Emil melaporkan, 60% bencana hidrologis Indonesia berada di Jabar. Oleh karena itu, ia menginstruksikan semua pihak untuk tidak memfokuskan pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana mengantisipasinya. Hal itu bertujuan menekan potensi munculnya kerugian berupa harta maupun korban jiwa.

Potensi bencana hidrometeorologi di Jabar, khususnya Jabar bagian selatan, meningkat akibat adanya fenomena La Nina. La Nina ini merupakan anomali suhu muka air laut, di mana suhu di laut akan lebih dingin sampai bisa minus satu derajat celcius atau lebih. Dampaknya, terjadi peningkatan curah hujan.

“Saya menitipkan kepada Kepala BPBD, Kapolres, dan Dandim, yang berada di selatan Jawa Barat untuk segera menyiapkan skenario. Pertama bagaimana peringatan dini harus berfungsi,” kata Emil.

“Lalu, evakuasi harus disimulasikan. Bagaimana masyarakat memberhentikan kegiatan, kemudian melakukan evakuasi ke sebuah tempat yang aman. Simulasi evakuasi ini harus segera dilaksanakan,” lanjut dia.

Dikatakan Emil, Pemprov Jabar menyiapkan cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province). Budaya Tangguh Bencana Jabar ini akan ditanamkan kepada seluruh warga melalui pendidikan sekolah sejak dini hingga pelatihan.

“Kita harus dapat memitigasi potensi korban kebencanaan. Melakukan edukasi-edukasi preventif terhadap kebencanaan. Responsif pada saat terjadi kebencanaan,” tandasnya.

- Advertisement -

Kuliner Bandung

Tropical Vibes, Sensasi Minum Jus di Bar Tepi Pantai

KULINER, infobdg.com - Di masa pandemi seperti sekarang ini, kita dituntut untuk lebih menjaga kesehatan diri agar terhindar dari penularan virus. Yuk, Wargi Bandung!...

Dadar Banjoer, Kreasi Masakan Rumahan Telor Dadar dan Kuah Gulai

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung! Mimin baru aja nemuin kuliner rumahan unik di daerah Jalan Merdeka nih, namanya Dadar Banjoer! Dari namanya aja udah pasti...

Mencicipi Olahan Ayam Tulang Lunak ala Hayam Negonk, Bikin Nagih!

KULINER, infobdg.com - Mencari kuliner ayam goreng di Kota Bandung sih sudah biasa. Banyak pedagang yang menjual ayam goreng hampir di setiap sudut kota,...