BANDUNG – Rumor bursa transfer Super League belakangan ini sukses membuat jagat sepak bola tanah air memanas. Kabar paling mengejutkan datang dari sang juara bertahan, Persib Bandung, yang dilaporkan berhasil menikung rival abadi mereka, Persija Jakarta, dalam perburuan tanda tangan eks bintang Borneo FC sekaligus MVP Super League musim lalu, Mariano Peralta.
Kabar ini pertama kali diembuskan oleh jurnalis sepak bola asal Italia, Lorenzo Lepore. Melalui akun X pribadinya, Lepore menyatakan bahwa kesepakatan lisan telah tercapai dan Peralta selangkah lagi akan meresmikan kepindahannya ke Kota Kembang.
Namun, di tengah euforia Bobotoh yang menyambut hangat rencana kedatangan sang penyerang sayap andal tersebut, sebuah lampu kuning dinyalakan oleh pengamat sepak bola senior, Bung Ropan. Menurutnya, transfer mewah ini justru berpotensi mendatangkan masalah baru yang cukup pelik bagi internal tim Pangeran Biru.
Dilema Kuota 12 Pemain Asing
Masalah utama yang disoroti Bung Ropan bukanlah soal adaptasi atau performa Peralta di lapangan, melainkan urusan regulasi dan administrasi skuad. Kehadiran Peralta dinilai akan membuat komposisi pemain asing di bawah asuhan Igor Tolic menjadi terlampau gemuk alias overkuota.
Berdasarkan regulasi resmi Super League, setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Sementara itu, jika dihitung secara rinci, Persib Bandung saat ini sebenarnya sudah memenuhi kuota batas maksimal tersebut.
“Kalau melihat dari kuota ya, tanpa Peralta itu sudah ada 11 pemain yang ada di Persib Bandung. Kalau Peralta masuk ke Persib, maka otomatis harus ada satu pemain asing yang dibuang atau dikorbankan,” ungkap Bung Ropan dilansir dari viva.co.id saat menganalisis situasi transfer ini.
Saat ini, wajah-wajah baru di sektor legiun asing bentukan Igor Tolic meliputi Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Gakuto Notsuda, dan Balsa Sekulic. Mereka bergabung dengan barisan pemain asing musim lalu yang dipertahankan, seperti Berguinho, Julio Cesar, Frans Putros, Patricio Matricardi, Uilliam Barros, Ramon Tanque, hingga Luciano Guaycochea.
Meskipun Persib sudah resmi berpisah dengan beberapa nama seperti Adam Przybek, Layvin Kurzawa, Sergio Castel, dan Federico Barba, slot asing mereka tetap berada di angka kritis.
Opsi Skenario Asia atau Cuci Gudang?
Menghadapi situasi pelik ini, Bung Ropan menilai manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memiliki dua jalan keluar. Opsi pertama adalah memanfaatkan regulasi kompetisi antarklub Asia.
“Kecuali ada kebijakan seperti pada musim lalu, ada satu pemain asing yang memang sengaja tetap disimpan dan dipakai khusus untuk di level Asia. Tapi kalau untuk didaftarkan di kompetisi domestik (Super League), tentunya harus patuh dengan regulasi yang ada, yaitu maksimal 11 pemain,” jelas Bung Ropan.
Jika opsi mendaftarkan pemain khusus Asia tidak diambil, maka tim kepelatihan terpaksa harus melakukan “cuci gudang” mendadak dengan mendepak satu nama asing yang sudah ada demi memberikan ruang bagi Mariano Peralta.
Kini, keputusan penuh berada di tangan Igor Tolic dan manajemen Persib. Apakah mereka akan merelakan salah satu pemain asingnya demi menyegel servis sang MVP, atau memilih bermain aman demi menjaga kondusivitas ruang ganti menjelang bergulirnya musim baru? Menarik untuk kita tunggu kelanjutan drama transfer ini.

