BANDUNG, INFOBDG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah besar dalam melestarikan nilai sejarah kota dengan mendaftarkan kawasan ikonik Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia ke UNESCO. Momentum bersejarah ini digulirkan bersamaan dengan penyelenggaraan Asia Afrika Festival (AAF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 12 Juli mendatang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa rencana ini menjadi kado esensial dalam memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Upaya pengajuan ini sejatinya bukan hal instan, sebab Pemkot Bandung telah menyusun dan melengkapi berbagai dokumen pendukung sejak tahun 2025 demi memperkuat argumentasi kelayakan historis kawasan tersebut.
“Persiapan Festival Asia Afrika ini memang sudah sampai ke tahap detail. Rangkaian pertama adalah pada hari Jumat, kita akan melakukan lanjutan simposium persiapan wilayah Jalan Asia Afrika didaftarkan sebagai warisan dunia di UNESCO,” kata Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (8/7/2026), dilansir dari kompas.com.
Farhan menambahkan, seluruh berkas administrasi dan dokumen otentik ditargetkan rampung sepenuhnya untuk diserahkan ke Kementerian Kebudayaan pada September 2026. Selanjutnya, pihak kementerian yang akan mengawal proses pendaftaran resmi ke tingkat UNESCO.
Sambut 25 Duta Besar Melalui Diplomasi Kopi
Selain fokus pada pengajuan warisan dunia, kemeriahan AAF 2026 juga akan dihadiri oleh 25 duta besar dari negara-negara sahabat. Para delegasi internasional ini akan disambut dalam jamuan makan malam resmi di Hotel Savoy Homann pada Jumat (10/7/2026) malam.
Dalam momentum tersebut, Pemkot Bandung bakal mengusung konsep unik bertajuk “diplomasi kopi”. Melalui agenda ini, ragam kopi terbaik asal Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung Raya, akan diperkenalkan ke mata dunia. Salah satu yang dipastikan menjadi produk andalan lokal yang disuguhkan adalah Kopi Aroma.
“Kita akan memperkenalkan diplomasi kopi. Jadi kita akan ngopi bareng dengan 25 duta besar negara-negara Asia Afrika. Yang pasti andalan kita mah Kopi Aroma, itu sudah pasti,” tutur Farhan.
Hadirkan Semangat Inklusivitas dan Kehadiran Dubes Palestina
Memasuki hari Sabtu (11/7/2026), para duta besar dan delegasi akan melakukan napak tilas sejarah lewat agenda history walk menuju Gedung Merdeka. Kegiatan ini dirancang untuk merefleksikan kembali semangat soliditas dan nilai-nilai luhur yang lahir dari Konferensi Asia Afrika puluhan tahun silam. Acara kemudian akan disusul oleh pawai budaya dan karnaval megah yang mengusung tema inklusivitas.
Kemeriahan AAF 2026 dipastikan terus berlanjut hingga Minggu (12/7/2026) dengan berbagai sajian pertunjukan seni, seminar, dan bazar produk lokal. Menariknya, pada hari terakhir festival, agenda akan diisi dengan sesi presentasi khusus yang dibawakan langsung oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia.
Melalui perpaduan antara diplomasi budaya, penguatan sejarah, dan langkah menuju UNESCO, Asia Afrika Festival tahun ini diharapkan mampu menegaskan kembali posisi Bandung sebagai “Ibu Kota Asia-Afrika” di panggung global.***

