BANDUNG, infobdg.com – Film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea siap menghantui bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Sebelum tayang serentak, film produksi MD Pictures bersama Umbara Brothers Films itu lebih dulu diperkenalkan kepada publik lewat screening di XXI Ciwalk, Bandung, Selasa (7/7/2026), setelah menggelar world premiere di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN), Korea Selatan.
Disutradarai Anggy Umbara, film ini merupakan adaptasi resmi dari film horor Korea Gonjiam: Haunted Asylum. Meski mengusung premis yang sama, versi Indonesia menghadirkan sejumlah penyesuaian, termasuk memasukkan unsur budaya lokal melalui ritual jelangkung yang menjadi salah satu elemen penting dalam cerita.
Film ini dibintangi Arbani Yasiz sebagai Juna, Saputra Kori sebagai Adit, Diandra Agatha sebagai Arum, Elang El Gibran sebagai Bara, Lea Ciarachel sebagai Yuri, Aylena Fusil sebagai Tyas, serta kreator konten Jang Han-sol.
Dari sisi penyajian, 402 Rumah Sakit Angker Korea tetap mempertahankan atmosfer mencekam yang menjadi kekuatan film aslinya. Permainan tata suara, pencahayaan minim, serta eksplorasi lorong-lorong rumah sakit berhasil membangun ketegangan secara perlahan sebelum teror muncul bergantian.
Alih-alih hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan, film ini mencoba membangun rasa takut lewat kondisi psikologis para karakternya. Pendekatan tersebut membuat penonton ikut larut dalam situasi yang dialami setiap tokoh.
Arbani Yasiz mengatakan pengalaman syuting film ini menjadi tantangan tersendiri karena para pemain dituntut menjaga intensitas emosi sepanjang proses pengambilan gambar.
“Film ini bukan hanya soal hantu, tapi bagaimana kami membangun rasa takut yang terasa nyata. Penonton akan ikut merasakan tekanan yang dialami setiap karakter,” kata Arbani.
Diandra Agatha menilai kekuatan cerita juga didukung hubungan antarpemain yang dibangun sejak awal produksi.
“Hubungan antarkarakter dibuat sangat natural, jadi ketika teror mulai datang, penonton bisa ikut merasakan kepanikan yang kami alami,” ujarnya.
Sementara itu, Jang Han-sol mengaku senang bisa terlibat dalam adaptasi Indonesia dari film horor asal Korea Selatan.
“Sebagai orang Korea, saya senang melihat bagaimana cerita ini diadaptasi dengan sentuhan budaya Indonesia tanpa menghilangkan nuansa horor yang menjadi ciri khas film aslinya,” tutur Han-sol.
Respons positif juga datang dari penonton yang hadir dalam screening di Bandung. Gea Riffa, yang mengaku sebagai penggemar berat Gonjiam: Haunted Asylum, menilai adaptasi ini mampu menghadirkan pengalaman berbeda.
“Setiap detail teror di film adaptasinya seperti dirancang sempurna untuk menghantui pikiran penonton bahkan setelah mereka keluar dari bioskop,” katanya.
Secara keseluruhan, 402 Rumah Sakit Angker Korea tidak hanya menawarkan remake dari film horor populer Korea, tetapi juga mencoba menghadirkan identitas baru lewat sentuhan budaya Indonesia. Bagi pencinta horor, film ini menjadi salah satu rilisan yang layak masuk daftar tontonan pada Juli 2026.***

