ADVERTORIAL, infobdg.com – Grab Indonesia ikut berkontribusi dalam penanganan pencegahan Covid-19. Baru-baru ini, pihak Grab menggumumkan akan mengalokasikan dana sebesar 160 miliar untuk berbagai inisiatif penanganan Covid-19 di Indonesia.

Grab Indonesia

Fokus utama Grab Indonesia saat ini untuk meringankan kendala keuangan bagi mitra pengemudi, mitra pengantaran, dan merchant yang terdampak melalui kampanye #KitaVSCorona. Dalam pencegahan pun, Grab juga telah melakukan berbagai program seperti membagikan masker untuk mitra pengemudi, menyiapkan stasiun desinfektan, meluncurkan pengantaran barang dan makanan tanpa kontak, hingga meningkatkan prosedur kebersihan bagi mitra merchant GrabFood.

Sementara di Kota Bandung, Grab berinisiatif untuk memasang sekat pelindung bahan plastik di puluhan kendaraan GrabCar untuk membatasi kursi pengemudi dan penumpang saat berkendara. Hal tersebut dilakukan sebab rentannya penyebaran Covid-19 yang bisa melalui tetesan yang keluar dari hidung atau mulut mereka yang terinfeksi. Upaya pemasangan sekat pelindung ini sebagai pencegahan yang diharapkan dapat meminimalisir penularan.

“Melalui pemasangan sekat pelindung ini, kami ingin mempertegas bahwa Grab peduli pada kesehatan dan keamanan penumpang serta mitra pengemudi khususnya selama pandemi Covid-19,” ujar Yose Tireza Arizal, Area Head Jabar dan Sumatera Grab Indonesia.

Yose mengatakan, Bandung merupakan kota pertama yang menerapkan inisiatif pemasangan sekat pelindung. Pada tahap pertama ini, Grab menargetkan akan memasang sekat pelindung di 100 mobil GrabCar di Kota Bandung.

“Grab terus berupaya agar program ini dapat diimplementasikan secara lebih luas sehingga penumpang dan mitra pengemudi Grab yang sehari-hari menempatkan diri mereka dalam resiko dapat merasa lebih aman,” pungkas dia.

Grab pun berkomitmen untuk memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan mitra pengemudi. Untuk itu, Grab salah satunya menyediakan program bantuan dana sebesar Rp 1,5 juta bagi pengemudi GrabBike dan Rp 3 juta bagi pengemudi GrabCar apabila dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau positif Covid-19.

“Semoga hal ini dapat memberikan ketenangan bagi mitra pengemudi maupun merchant Grab,” tutup Yose.