BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup permanen Jalan Diponegoro yang berada di depan Gedung Sate sebagai bagian dari penataan kawasan terpadu Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Penutupan mulai diberlakukan sejak Kamis (9/7/2026) dan diikuti dengan penerapan simulasi rekayasa lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan kawasan yang akan menyatukan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu.
“Iya, permanen. Kami menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, dan mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rute perjalanan serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Dhani, dilansir dari PikiranRakyat.com.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, lalu lintas yang sebelumnya melintasi Jalan Diponegoro kini dialihkan melalui Jalan Sentot Alibasyah, Jalan Surapati, dan Jalan Majapahit. Selama masa penyesuaian, Dinas Perhubungan Jawa Barat juga menempatkan petugas di sejumlah titik untuk membantu pengguna jalan.
Berdasarkan papan informasi yang dipasang Biro Umum Pemprov Jawa Barat di lokasi, pekerjaan penataan kawasan dijadwalkan berlangsung hingga 7 September 2026.
Petugas Dishub Jawa Barat di lapangan, Dimas, menjelaskan bahwa penutupan Jalan Diponegoro dilakukan karena sedang dibangun akses yang akan menghubungkan kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Setelah pembangunan selesai, ruas jalan tersebut tetap akan ditutup secara permanen.
Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan dari arah Jalan Supratman maupun Jalan Cilaki tidak lagi dapat melaju lurus menuju Jalan Diponegoro. Arus kendaraan kini diarahkan menuju Jalan Sentot Alibasyah.
Di Jalan Sentot Alibasyah juga telah dibuka akses baru sehingga lalu lintas terbagi menjadi dua lajur. Lajur kanan diperuntukkan bagi kendaraan yang menuju Flyover Mochtar Kusumaatmadja, sedangkan lajur kiri digunakan bagi kendaraan yang menuju Jalan Majapahit dan kawasan DPRD Jawa Barat.
Sementara itu, kendaraan dari arah DPRD Jawa Barat atau Jalan Trunojoyo–Aria Jipang yang hendak menuju Jalan Supratman maupun Cisangkuy kini harus melalui Jalan Majapahit, kemudian berbelok ke kanan menuju Jalan Surapati sebelum masuk ke Jalan Sentot Alibasyah.
Masyarakat yang biasa melintasi kawasan tersebut diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan memperhatikan rambu lalu lintas serta arahan petugas selama masa penyesuaian rekayasa lalu lintas berlangsung.

