Sop Salman Muslim Resmi Buka di Bandung, Angkat Resep Keluarga dan Nuansa Kopitiam Asia Tenggara

Berita Lainnya

KULINER, infobdg.com – Pilihan kuliner di Bandung kembali bertambah dengan hadirnya Sop Salman Muslim. Baru beroperasi sekitar tiga pekan, restoran ini membawa konsep yang berbeda lewat sajian sop berbasis resep warisan keluarga yang telah dipertahankan selama kurang lebih 30 tahun.

Owner Sop Salman Muslim, Rivo Ohashi, mengatakan kehadiran restoran ini berangkat dari keinginan untuk menjaga resep keluarga agar tetap lestari dan bisa dinikmati masyarakat luas.

“Kita berani buka menu ini untuk publik supaya menunya bisa terjaga. Kalau kita tidak buka, nanti tidak bisa bertahan menu warisan keluarganya,” ujar Rivo.

Sop Salman Muslim Bandung

Menurutnya, Sop Salman Muslim mengusung cita rasa khas Asia Tenggara. Latar belakang keluarga Salman yang memiliki keturunan Melayu hingga Thailand menjadi inspirasi utama dalam meracik setiap hidangan.

“Kebetulan style-nya itu Asia Tenggara. Taste-nya lebih ke teman-teman Asia Tenggara. Jadi kalau ditanya Sop Salman Muslim konsepnya ke mana, kita lebih ke sop Asia Tenggara,” jelasnya.

Keunikan utama terletak pada karakter kuahnya. Meski kaya rempah dan memiliki rasa yang kuat, tekstur kuah tetap ringan sehingga nyaman dinikmati. Beberapa rempah yang digunakan di antaranya daun ketumbar atau wan sui, pala, serta berbagai rempah pilihan lainnya.

“Jadi bisa dibilang kayak sop sehat ya, sop yang segar, menyegarkan. Ada taste segarnya juga. Untuk kuah-kuahannya memang secara rasa dia bold, tapi secara tekstur dia light,” kata Rivo.

Live Cooking Sop Salman Muslim

Ia menambahkan, resep tersebut tidak mengalami perubahan sejak diwariskan oleh generasi sebelumnya.

“Ini original. Jadi kita tidak memodifikasi menu lain. Memang menu resep aslinya keluarga Salman seperti ini. Dari turun-temurun, dari nenek-neneknya si Salman dulu. Kurang lebih sudah ada 30 tahunan,” ungkapnya.

Selain menghadirkan daging sapi sebagai menu utama, Sop Salman Muslim juga menawarkan beragam pilihan isian seperti lidah sapi, koyor, babat hingga tulang muda. Menurut Rivo, variasi tersebut ditambahkan agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan tanpa menghilangkan karakter asli sop keluarga mereka.

Sop Salman Muslim

Tak hanya mengandalkan menu sop, restoran ini juga mengusung konsep kopitiam khas Asia Tenggara. Pengunjung dapat menikmati roti srikaya, kopi, aneka pastry hingga cookies yang juga berasal dari resep turun-temurun keluarga.

“Kalau bawa nama Asia Tenggara tapi tidak ada bagian itu, rasanya belum komplit. Asia Tenggara itu kopi sama tiam-tiaman itu satu kesatuan,” ujarnya.

Rivo mengungkapkan, sejumlah bahan baku yang digunakan bahkan didatangkan langsung dari negara asalnya untuk menjaga cita rasa tetap autentik.

“Yang membedakan, bahan bakunya memang kita langsung dari negara asalnya. Contoh kopi, kopi kita bawa dari luar langsung. Milonya Milo luar langsung. Jadi memang beda semua rasanya,” jelasnya.

Menu Minuman Sop Salman Muslim

Nuansa Asia Tenggara juga terasa dari desain interior restoran. Perpaduan warna ungu dan hijau yang mendominasi ruangan terinspirasi dari kawasan Thailand dan Penang, Malaysia, sehingga memperkuat konsep yang diusung.

Ke depan, Sop Salman Muslim berkomitmen terus menghadirkan menu halal khas Asia Tenggara, termasuk dari Malaysia, Thailand hingga Vietnam. Saat ini restoran beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 WIB dengan batas pemesanan terakhir pukul 21.00 WIB. Rivo pun membuka peluang untuk memperpanjang jam operasional agar dapat melayani pelanggan yang ingin menikmati menu sarapan.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat