BANDUNG, infobdg.com – Kini, Jawa Barat memiliki bus ramah lingkungan serta disabilitas, lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan secara langsung bus tersebut pada Rabu (11/3), di Monumen Perjuangan, Kota Bandung.

Rencananya selama satu bulan ke depan, bus ramah lingkungan tersebut akan diujicobakan dengan rute Dipatiukur-Jatinangor.

- Advertisement -
Foto: Humas Jabar

Melalui ini, Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat itu menginginkan angkutan transportasi massal sebagai pilihan utama masyarakat. Oleh karenanya, bus harus didesain agar ramah bagi semua kalangan.

“Kami ingin angkutan umum ini jadi pilihan utama masyarakat, maka bus seperti ini harus memiliki universal desain yang nyaman untuk semua golongan antara lain penyandang disabilitas, anak-anak, lansia, dan wanita hamil,” ujar Emil di sela-sela uji coba bus ramah lingkungan.

Emil pun mengatakan ke depannya bus ramah lingkungan ini juga akan hadir di sejumlah daerah di Bandung Raya, Kota Depok, Kota Bogor, dan Cirebon. Ia mengatakan, pengadaan bus secara masif akan dianggarkan pada 2021 dengan kombinasi anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah kota.

“Tahun 2021 kita anggarkan, baik hibah dari pemerintah provinsi kepada daerah metropolitan, di antaranya Bandung Raya, Bogor Depok, Bekasi, dan Cirebon. Nanti kombinasi anggarannya dari provinsi, kota, dan kita mintakan juga hibah dari pusat. Mungkin kita bisa membeli 5 sampai 20 unit,” bebernya.

Bus ramah lingkungan memiliki kelebihan dari sisi fasilitas. Selain ramah bagi penyandang disabilitas, bus ini juga dilengkapi dengan kamera pemantau dalam bus, serta tempat duduk untuk lansia dan ibu hamil.

Foto: Humas Jabar

Emil sendiri turut merasakan kenyamanan bus ramah lingkungan dengan mengelilingi Kota Bandung bersama warga saat peresmiannya. Ia pun menyerap aspirasi warga saat berada di dalam bus tersebut.

“Saat kita tes ada masukan dari penyandang disabilitas, mereka ingin suara klaksonnya beda supaya mereka bisa membedakan antara bus yang standar, dengan bus universal ini,” terangnya.

Ada pula permintaan untuk disediakan fasilitas pengeras suara. Hal tersebut sangat berguna bagi para tunanetra agar bisa tahu bus akan berhenti di halte mana.

“Untuk tunarungu juga berharap ada running text, supaya bisa tahu berhenti di mana dan mengetahui pengumuman penting” tambah Emil.

Pengadaan bus ramah lingkungan ini merupakan kerjasama Dinas Perhubungan Jawa Barat dengan Damri dan United Tractors. Uji coba Bus ini masih akan berlangsung hingga 11 April 2020, dengan trayek Dipatiukur-Jatinangor. Hal tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan melihat respons masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.