Kota Bandung Urutan Ketiga Jumlah ODGJ Terbanyak

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung meluruskan informasi yang sempat viral di media sosial terkait jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, sebuah unggahan yang beredar di media sosial menyebut Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat dengan angka mencapai 7.321 jiwa. Informasi tersebut kemudian menuai perhatian dan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Ningning Hendarsah, menegaskan bahwa data yang beredar tersebut tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.

Dilansir dari detik.com, Ningning menjelaskan bahwa angka 7.321 jiwa yang sempat dikaitkan dengan Kabupaten Bandung sebenarnya merupakan data milik Kabupaten Bogor yang keliru dicantumkan dalam publikasi tersebut.

Data terkini menunjukkan Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat, mencapai 7.321 jiwa. Kabupaten Sukabumi berada di posisi kedua dengan 3.930 jiwa, sedangkan Kota Bandung menempati urutan ketiga dengan 3.571 jiwa. Selanjutnya terdapat Karawang dengan 3.315 jiwa dan Kabupaten Bekasi sebanyak 2.970 jiwa.

“Kemarin itu mereka sudah mengkonfirmasi jadi bukan Kabupaten Bandung. Ternyata data 7.321 itu datanya Kabupaten Bogor. Jadi tadi sudah disampaikan ya. Jadi mereka salah merilis, akhirnya mereka sudah klarifikasi ya,” ujar Ningning, Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2025, jumlah ODGJ di Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 1.836 jiwa. Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Bandung tidak termasuk dalam 10 daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat.

Menurut Ningning, kesalahan tersebut terjadi akibat kekeliruan dalam penempatan data geografis pada informasi yang dipublikasikan di media sosial. Setelah dilakukan klarifikasi, akun yang mengunggah data tersebut telah memperbaiki informasi yang beredar.

Selain data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinsos Kabupaten Bandung juga mencatat jumlah ODGJ yang mendapatkan penanganan melalui UPTD Keterlantaran dan Disabilitas di Baleendah.

Dilansir dari detik.com, Ningning menyebut data UPTD menunjukkan terdapat sekitar 1.581 ODGJ yang tercatat dalam penanganan layanan tersebut. Sementara menurut data yang disampaikan kepada Kompas.com, sebanyak 1.570 orang telah mendapatkan penanganan sejak tahun 2022 hingga Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, Dinsos Kabupaten Bandung berfokus pada rehabilitasi sosial bagi ODGJ. Apabila kondisi pasien memerlukan penanganan medis yang lebih intensif, mereka akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua.

Dinsos juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk memastikan kebutuhan kesehatan para ODGJ yang berada dalam penanganan pemerintah daerah dapat terpenuhi, termasuk dukungan obat-obatan dan layanan kesehatan lainnya.

Menurut Ningning, ODGJ yang mendapatkan penanganan berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung. Mereka umumnya dirujuk oleh pemerintah desa, kecamatan maupun pihak terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di UPTD Baleendah.

Pemerintah Kabupaten Bandung mengapresiasi langkah akun media sosial yang telah melakukan koreksi atas informasi yang sebelumnya beredar. Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, khususnya yang berkaitan dengan data statistik dan pelayanan publik.

Dilansir dari Kompas.com, Ningning mengingatkan masyarakat agar selalu mengacu pada data resmi dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum membagikan informasi kepada publik.

“Dan alhamdulillah akun terkait sudah mengklarifikasi data tersebut,” kata Ningning.

Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat