- Advertisement - Bapenda Bandung

Kurangi Lakalantas di Kota Bandung, 3 Jalur Persimpangan Direkayasa

Berita Lainnya

- Advertisement - Bapenda Bandung

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Polrestabes Bandung merekayasa lalu lintas di sejumlah titik sebagai upaya mengurangi kecelakaan lalu lintas.

 

Berdasar pada data di akun instagram atcs.kotabandung, sampai saat ini sudah lima simpang yang dilakukan rekayasa.

Diantarnya Simpang Jalan Cilaki-Jalan Ciliwung-Jalan Cisangkuy. Jalan Cisangkuy semula 2 arah diubah menjadi 1 arah dari utara ke selatan. Jalan Cilaki (samping Pet Park), semula 2 arah diubah menjadi 1 arah dari selatan ke utara.

Kedua, Simpang Jalan Ciliwung-Jalan Taman Cibeunying-Jalan Cihapit. Jalan Cisangkuy semula 2 arah diubah menjadi 1 arah dari utara ke selatan. Jalan Cilaki (Samping Pet Park) semula 2 arah diubah menjadi 1 arah dari selatan ke utara.

Ketiga, Simpang Jalan Lombok-Jalan Belitung-Jalan Bangka. Jalan Lombok (Selatan), semula 2 arah diubah menjadi 1 arah dari selatan ke utara.

Ujicoba mulai dilakukan pada Kamis (3/2) di persimpangan Jalan Citarum-Jalan Ciliwung (Seputaran Masjid Istiqomah). Juga Simpang Jalan Citarum-Jalan Diponorogo-Jalan Supratman (Pusdai). Uji coba rencananya akan dilakukan selama 3 hari.

“Ada rekayasa lalu lintas di sekitaran Masjid istiqomah. Ini tujuannya memperlancar dan mengurangi lakalantas,” ujar Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, ditemui disela-sela peninjauan, Kamis (3/2).

Untuk hari ini, Yana mengatakan 2 persimpangan dilakukan uji coba. Selanjutnya akan dilakukan kajian untuk persimpangan lainnya.

“Hari ini 2 (persimpangan), ini untuk memperlancar dan rekayasa,” tuturnya.

Yana berujar, pelaksanaan terus dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas juga mengedukasi masyarakat untuk mematuhi peraturan dijalan.

“Sebelumnya suka ada kecelakaan, sekarang nol. Ini untuk kelancaran termasuk mengurangi resiko kecelakaan. Ini masih uji coba tiga hari. Jika lancar akan dipermanenkan,” tutur Yana.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi menerangkan, rekayasa lalu lintas di setiap bundaran memiliki aturan.

“Kita mengenal bagaimana rekayasa lalu lintas di setiap bundaran. Lalu lintas itu diatur, seperti berbagai persimpangan yang ada di Indonesia. Biasanya diatur dengan bundaran,” kata dia.

“Kemudian dengan traffic light, biasanya dengan fly over seperti jalan Jakarta, terusan Kopo. Artinya traffic light sudah tidak mampu untuk mengatur pergerakan arus lalu lintas,” tambah Ricky.

Atas hal itu, Ricky berharap, pengguna jalan bisa beradaptasi dengan aturan saat ini seperti di persimpangan.

“Edukasi kepada masyarakat supaya terbiasa dengan marka dan rambu seperti ini. Agar tercipta kelancaran dan ketertiban,” tutupnya.**

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat