Penuh Haru, Unikom Gelar Doa Bersama untuk Sosok Inspiratif Lasmaya’a Oli’i di Balik Perjalanan Kampus

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com — Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menggelar doa bersama untuk almarhumah Hj. Lasmaya’a Oli’i di Auditorium kampus, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sivitas akademika sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas nilai-nilai kehidupan yang diwariskan almarhumah.

Dalam kesempatan itu, Rektor Unikom Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan kesaksian mengenai peran besar ibundanya dalam membentuk pandangan hidup keluarga, terutama dalam hal pendidikan.

“Yang paling mendasar dari beliau adalah penekanan bahwa semua anak-anaknya harus sekolah, harus mengenyam pendidikan, bahkan diusahakan hingga perguruan tinggi. Alhamdulillah, semua yang beliau inginkan telah terlaksana dengan baik,” ujar Eddy.

Rektor Unikom Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.,

Hj. Lasmaya’a Oli’i dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong pentingnya pendidikan. Lahir sekitar 86 tahun lalu di Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, ia dinilai memiliki semangat kuat dalam memastikan seluruh anaknya memperoleh pendidikan tinggi.

Almarhumah meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) pukul 00.05 WIB setelah sebelumnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bandung. Pada masa-masa terakhir, keluarga memutuskan untuk membawanya pulang agar dapat didampingi orang-orang terdekat.

Jenazah almarhumah sempat disemayamkan di Kampus Unikom sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam doa bersama tersebut, Eddy juga mengungkapkan pesan terakhir almarhumah yang disampaikan melalui rekaman video kepada keluarga.

“Beliau berpesan agar kami selalu mengasihi keluarga, para dosen, karyawan, dan seluruh sivitas akademika Unikom, serta senantiasa membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia juga mengenang berbagai momen kebersamaan keluarga yang menurutnya menjadi warisan berharga.

“Banyak kenangan indah yang beliau tinggalkan. Kami sering tamasya bersama, berkumpul keluarga, jalan-jalan, makan bersama, dan berbagi kebahagiaan. Semua itu akan kami jaga selamanya,” ujarnya.

Menurut Eddy, almarhumah selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, tidak hanya untuk keluarga tetapi juga bagi kemajuan bangsa.

“Beliau selalu menegaskan bahwa pendidikan adalah nomor satu bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dengan pendidikan, bangsa ini akan semakin maju,” tuturnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang ditanamkan almarhumah turut menjadi fondasi dalam pengembangan Unikom hingga saat ini, termasuk dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan kontribusi di tingkat nasional.

Sebagai anak sulung dari sembilan bersaudara, Eddy mengaku memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan orang tuanya.

“Pendidikan adalah nilai mutlak yang harus diberikan kepada setiap warga negara Indonesia. Itulah warisan terindah yang ditinggalkan ibunda kami,” ucapnya.

Doa bersama tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika Unikom untuk melanjutkan nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan komitmen terhadap pendidikan yang telah diwariskan almarhumah.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat