Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara: Intip 8 Destinasi yang Dipastikan Bakal Langsung Dibuka

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan berbagai persiapan terus dilakukan menjelang rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Sedikitnya delapan rute penerbangan diproyeksikan kembali beroperasi saat bandara tersebut resmi dibuka kembali untuk layanan komersial.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa delapan destinasi yang dipastikan akan dilayani yakni Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru.

“Mudah-mudahan nanti bisa terbang ke Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru. Delapan destinasi itu sudah pasti,” kata Farhan di GOR Bandung Arena, Sabtu (4/7/2026), dilansir dari Metronews.com.

Farhan menjelaskan, seluruh keputusan terkait operasional penerbangan menjadi kewenangan penuh Kementerian Perhubungan. Meski demikian, Pemkot Bandung terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan penunjang di luar kawasan bandara siap saat operasional kembali dimulai.

Menurut Farhan, pemerintah pusat telah memiliki kesepahaman terkait rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara pada rentang Juli hingga September 2026.

“Alhamdulillah, walaupun kami bukan pembuat keputusan. Presiden, Menteri Perhubungan, Kementerian Pertahanan, dan TNI AU semuanya sudah bersepakat untuk mengoperasikan bandara antara Juli, Agustus, atau September. Kami memang masih menunggu,” ujar Farhan.

Sembari menunggu keputusan resmi pemerintah pusat, Pemkot Bandung mempercepat penyelesaian berbagai infrastruktur pendukung di sekitar kawasan bandara. Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan jalan, normalisasi drainase, pemangkasan pohon, pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU), hingga pembaruan marka jalan.

Farhan menyebutkan sebagian besar pekerjaan fisik telah rampung. Namun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu diselesaikan, terutama berkaitan dengan sistem parkir dan pengaturan transportasi menuju bandara.

“Hal yang masih menjadi pekerjaan rumah sekarang adalah parkir, tata kelola parkir, serta taksi. Sudah dipastikan tidak boleh ada kendaraan umum massal seperti angkot maupun bus masuk ke sana. Kalau pun ada, kami hanya menyiapkan shuttle, tetapi itu pun belum final. Dari sisi luar, kami sudah siap,” ungkap Farhan.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat