Respon Cepat, Perumda Tirtawening Kota Bandung Berikan Bantuan Air Bersih Akibat Kebocoran Pipa di Lembang

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Pipa yang dimiliki oleh Perumda Tirtawening Kota Bandung mengalami kebocoran, menyebabkan sekitar 3000 warga tidak mendapatkan pasokan air selama tiga hingga empat hari.

Perumda Tirtawening Kota Bandung segera merespons dengan menyediakan tangki air bersih bagi pelanggan yang terdampak.

Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, menyatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi, kebocoran terjadi pada pipa dengan kapasitas 250 liter per detik di kawasan Lembang. Pipa tersebut berfungsi sebagai saluran distribusi air yang bersumber dari beberapa mata air di kaki Gunung Burangrang.

“Dari sana banyak mata air, ditampung di sekitar di bawah Situ Lembang lalu dialirkan. Ada yang dialirkan lurus ke arah Sersan Bajuri dan ada yang dibelokkan ke Setiabudi. Yang ke Setiabudi melewati daerah seperti Isola, Cirateun, Cipaku, Budi Indah, Cidadap, Ciumbuleuit. Sepanjang itulah pelanggan kita, ada sekitar 3.000 pelanggan yang terdampak,” terang Sonny, Minggu (12/5).

Sonny menyatakan bahwa aliran air ke daerah tersebut terputus karena pipa Perumda Tirtawening terkena bor vrill.

“Jadi ada salah satu kegiatan pengeboran yang tidak mengetahui adanya pipa kita, ngebor pipa kita, bocor akhirnya. Ada beberapa titik lah (pipa yang bocor, red), ” ungkapnya.

Sonny mengakui bahwa mereka telah melakukan perbaikan. Namun, karena debit air cukup besar, saat pipa dipotong, material seperti pasir dan batu masuk ke dalam pipa dan terbawa ke bawah.

“Jadi saat pipa sudah tersambung pun, material seperti batu dan lumpur ini belum busa sepenuhnya dikeluarkan. Baru di dua titik penyumbatan yang kita bersisihkan. Ada beberapa lokasi lagi pipa yang tertutup oleh kotoran lumpur dan batu. Mudah-mudahan hari ini ditemukan lagi, sehingga nanti semua aliran bisa normal lagi, ” ucapnya.

Perumda Tirtawening Kota Bandung memberikan bantuan air bersih kepada para pelanggan dengan kondisi yang terdampak. Sonny Salimi dan sejumlah stafnya melakukan peninjauan langsung ke lokasi pipa bocor di daerah Lembang serta lokasi penyaluran bantuan air bersih di Jalan Terusan Padasaluyu 1, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, dan Kampung Cipaku Bukit Idaman RT 01 RW 11, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap pada hari Minggu, 12 Mei.

“Bantuan ini tanpa batas selama pipa kita belum normal, pasti kita akan berikan bantuan. Jadi nanti indikatornya, kalau air sudah ngocor pipa sudah normal, ” jawabnya.

Menurutnya, bantuan mobil tangki telah dimulai sejak Kamis (9/5) sebelumnya. Dalam beberapa titik, bantuan tersebut mencakup 1-2 mobil tangki. Namun, dalam proses penyaluran ini, Perumda Tirtawening menyoroti beberapa hal.

Beberapa pelanggan yang terdampak berada di daerah dengan topografi kaki-kaki lembah, seperti Kampung Cipaku Bukit Idaman RT 01 RW 11, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap. Dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, pihaknya mengalami kesulitan dalam mengakses air menggunakan mobil tangki.

“Sehingga kita saluran melalui perpipaan. Warga di sini juga enggak punya alternatif air lain. Karena mereka coba ngebor tanah, sampai 100 meter pun airnya tidak ada, ” terangnya.

Warga merasa gembira dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Sejak Rabu (8/5) sebelumnya, air dari Perumda Tirtawening tidak lagi mengalir. “Ada laporan tentang kebocoran pipa di daerah Cihideung,” kata salah satu warga, Sarah, dari RT 1 RW 11 Gg Padarahayu, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari.

Bantuan sudah diberikan sejak Sabtu (11/5) malam dengan satu mobil tangki, dan pada Minggu (12/5) pagi, satu unit mobil tangki kembali datang. Sarah mengungkapkan kegembiraannya atas bantuan ini karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting.

Lebih lanjut, Sarah mengaku bahwa ia tidak memiliki sumber air lain, sehingga terpaksa harus membeli air dengan harga yang cukup tinggi, yaitu Rp 500.000 untuk 5000 liter. Di sisi lain, biaya air dari Perumda Tirtawening Kota Bandung hanya sekitar Rp 160.000 per bulan.

“Memang kita beli Rp 200.000 sampai Rp 500.000 bareng-bareng dengan warga lain. Tapi saya sudah dua kali beli air, dua hari sekali. Biayanya bisa sampai Rp 200.000. Kalau warga lain ada yang menggunakan air Coblong atau sungai untuk keperluan mandi, sementara minum beli air galon. Kalau saya enggak punya alirannya, jadi terpaksa beli air tangki” jelasnya.

Sarah berharap agar pipa yang bocor segera diperbaiki sehingga aliran air dapat kembali normal. Terutama untuk RT 2 RW 11, di mana salurannya telah pulih kembali. “Gang-gang lain sudah normal, namun gang kami masih belum,” katanya.

Sarah juga menyatakan bahwa ia merasa pelayanan dari Perumda Tirtawening semakin membaik. Sekarang, keluhan warga direspon dengan cepat.

“Sekarang mah gercep, dan langsung dibalas kalau dihubungi. Kemarin kan nanya ke PDAM katanya mah mau ngocor. Tapi, kemudian diberi informasi terbaru ternyata banyak yang bocor sehingga masih diperbaiki,” ucapnya.

“Kemarin kami pun minta bantuan dan langsung dikirim. Sekarang responnya bagus, kalau dulu mah lama ditanggapinya,” pungkas Sarah

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat