BANDUNG, infobdg.com – Menikmati steak identik dengan restoran mewah dan harga yang tidak ramah di kantong. Namun, anggapan itu dipatahkan oleh Steak Si Mantan sejak pertama kali hadir pada 10 Oktober 2020. Berawal dari warung tenda sederhana di kawasan Lengkong Kecil, Steak Si Mantan menjadi salah satu pionir konsep steak tendaan di Bandung yang menghadirkan pengalaman makan steak berkualitas dengan harga terjangkau.
Enam tahun berlalu, konsep yang dulu dianggap tidak biasa kini justru menjadi identitas yang melekat. Di tengah banyaknya restoran steak bermunculan, Steak Si Mantan tetap bertahan, berkembang, dan tumbuh bersama Wargi Bandung tanpa meninggalkan filosofi awalnya, yakni menghadirkan steak berkualitas yang bisa dinikmati semua kalangan.

Manajer Operasional Steak Si Mantan, Nelda Noer, mengatakan ide menghadirkan steak di warung tenda muncul karena ingin menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda.
“Saat itu belum ada yang bikin konsep makan steak di pinggir jalan. Kita ingin memberikan experience baru, bahwa makan steak itu enggak harus mahal. Semua orang bisa menikmati steak dengan harga yang tetap terjangkau,” ujarnya.

Di balik konsep yang sederhana, Steak Si Mantan justru serius menjaga kualitas produknya. Salah satu keunggulan yang menjadi pembeda adalah penggunaan daging sapi Australia yang diproses di butcher milik sendiri, sehingga kualitas potongan hingga ketebalan daging dapat dikontrol secara konsisten.
“Kita punya butcher sendiri dan menggunakan real Australian beef, bukan meltique. Jadi kualitas dagingnya memang benar-benar kita jaga,” kata Nelda.
Keistimewaan lainnya terletak pada saus yang menjadi ciri khas Steak Si Mantan. Seluruh saus dibuat sendiri dari nol tanpa menggunakan produk instan. Proses memasaknya bahkan memakan waktu antara delapan hingga 12 jam agar menghasilkan rasa yang kaya dan konsisten.

Tak heran jika pilihan saus seperti Mushroom, Blackpepper, hingga Bleu Cheese menjadi favorit pelanggan dan selalu melengkapi berbagai menu steak yang disajikan.
Tak hanya mempertahankan kualitas, Steak Si Mantan juga terus berkembang. Dari yang semula hanya berupa tenda di pinggir jalan, kini mereka memiliki dua outlet di Bandung, yakni di Jalan Lengkong Kecil dan MIKO Mall. Outlet terbaru di Lengkong bahkan didesain lebih luas dan nyaman dengan fasilitas musala, area smoking dan non-smoking, live acoustic setiap malam, hingga valet parking.
Menariknya, peningkatan fasilitas tersebut tidak diikuti lonjakan harga yang signifikan.
“Harga saat kita masih tendaan sampai sekarang punya tempat seperti ini selisihnya enggak jauh berbeda. Kita ingin semua orang tetap bisa menikmati steak berkualitas,” jelas Nelda.

Inovasi juga menjadi salah satu alasan mengapa pelanggan terus kembali. Selama enam tahun terakhir, Steak Si Mantan rutin menghadirkan Chef Recommendation, yakni menu spesial yang hanya tersedia selama satu bulan dan tidak akan diulang pada periode berikutnya.
Saat ini, menu yang paling banyak diburu tetap didominasi aneka steak, mulai dari Striploin Steak, Tomahawk Steak, hingga Porterhouse. Tak sedikit pelanggan yang datang khusus untuk menikmati karakter saus homemade yang menjadi identitas restoran ini.

Selain steak, pilihan menu seperti Beef Lasagna, Pizza Capriciosa, Chicken Steak with Truffle Mushroom Sauce, hingga Spaghetti Aglio Seafood membuat Steak Si Mantan menjadi destinasi makan yang cocok dinikmati bersama keluarga maupun teman.
Menurut Nelda, apresiasi terbesar justru datang dari pelanggan yang mengikuti perjalanan Steak Si Mantan sejak masih menjadi warung tenda.
“Respon pengunjung yang sudah tahu kita dari lama selalu bilang puas dengan perkembangan Si Mantan sampai sekarang,” tutupnya.

Di usia yang menginjak enam tahun, Steak Si Mantan membuktikan bahwa menjadi pionir bukan hanya soal menjadi yang pertama. Konsistensi menjaga kualitas daging, saus homemade, harga yang tetap terjangkau, serta keberanian terus berinovasi menjadi alasan mengapa warung steak tendaan ini masih menjadi salah satu destinasi kuliner favorit Wargi Bandung hingga hari ini.***

