BANDUNG, infobdg.com — Hari kedua Gaia Music Festival 2025 menghadirkan malam penuh kehangatan di Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung. Mengusung tema “For The Love of Music”, festival ini memadukan penampilan musisi papan atas Indonesia dan talenta muda, disajikan dalam konsep panggung intim yang memungkinkan interaksi dekat antara artis dan penonton.
Sejak sore, area festival telah dipenuhi pengunjung dari berbagai latar belakang. Mereka larut dalam semangat yang sama, cinta terhadap musik. Sökhi membuka suasana dengan penampilan enerjik, melanjutkan kesuksesan aksi mereka di hari pertama.
Jordan Susanto kemudian menggebrak panggung dengan permainan gitar dinamis dan lagu Do Right Baby!
“Untuk penikmat jazz di Bandung itu 9 dari 10, sudah cukup keren tapi masih banyak tempat yang bisa dieksplor di sini,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan.
Suasana berubah lebih jazzy saat Song Brothers tampil. Trio eksperimental ini menyuguhkan melodi hangat yang membuat penonton terhanyut.
“Respect sama semua penonton GMF karena bikin suasana makin seru dan asik,” kata Abraham Song Brothers, sembari membocorkan rencana perilisan single perdana mereka bulan ini.
Festival juga menampilkan The Aartsen, keluarga musisi yang telah berkeliling dunia dan berkolaborasi dengan banyak artis internasional. Aksi mereka membawa nuansa baru ke panggung GMF, menambah keberagaman genre yang dihadirkan.

Puncak malam menjadi milik Tulus. Musisi yang selalu menjadi magnet di setiap penampilannya ini mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama lewat lagu-lagu andalan seperti Sewindu, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, dan Sepatu. Interaksi hangat dan cerita personalnya semakin menguatkan pesan festival tahun ini.
Dengan konsep panggung yang lebih personal, GMF memberikan pengalaman berbeda dari festival musik berskala besar. Kedekatan ini membuat penonton merasakan energi musisi secara langsung, memperdalam kesan yang dibawa pulang.
Hari kedua Gaia Music Festival 2025 berakhir dengan senyum puas dan kenangan manis bagi para pengunjung. Di tengah udara sejuk Bandung, musik kembali membuktikan kekuatannya untuk menyatukan orang dari berbagai latar.***

