BANDUNG, infobdg.com – Kegemaran masyarakat Jawa Barat dalam membaca masih sangat rendah. Untuk menyiasatinya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DISPUSIPDA) Jawa Barat membuat acara “Festival Literasi 2019”. Acara tersebut digelar hari ini, Sabtu (20/4), di lapangan parkir Gedung Sate, Kota Bandung.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar sangat serius dalam menangani rendahnya minat baca masyarakat. Banyak kerugian yang akan timbul apabila masyarakat tidak dibiasakan membaca.

“Pemprov Jabar sangat serius, kami khawatir orang-orang makin sibuk, anak-anak kita sekarang megang smartrphone tapi malas membaca, harus dicari solusinya,” terang Emil, dalam sambutannya di Pembukaan Festival Literasi 2019, Sabtu (20/4).

Festival Literasi 2019 diselenggarakan sekaligus sebagai perayaan Hari Buku Internasional pada tanggal 23 April, dan Hari Kartini pada 21 April, sehingga kegiatan ini mengangkat tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Acara ini menghadirkan booth-booth perpustakaan mini dari kota/kabupaten di Jawa Barat. Tak hanya itu, bazaar buku, makanan, dan produk khas daerah masing-masing pun digelar untuk memeriahkan acara. Sebagai hiburan, pengunjung akan menikmati penampilan dari Tulus, Ferry Curtis, Pendongeng Kak Andi Yudha, Star Syndrome Band, Angklung FORKOPIMDA, serta unjuk kabisa dari sekolah-sekolah di Bandung Raya.

Dalam kesempatan ini pula, Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, meluncurkan dua buku karyanya yang berjudul “Mia dan Ikan Goreng” berupa buku anak-anak, serta “Catatan Kecil Tentang Kita”. Atalia mengatakan, sejak dikukuhkan sebagai Bunda Literasi pada 15 November 2019 lalu, dirinya merasa kebiasaan membaca sangat penting dan harus sesegera mungkin diterapkan pada generasi penerus sejak dini.

“Banyak orang yang sudah melek aksara, namun masih sedikit yang mengerti makna membaca yang sesungguhnya. Membaca tidak sekedar mengeja kata-kata. Membaca adalah memahami makna yang tersurat yang ada di kata-kata. Kini dengan era digital kita bisa lebih mudah mencari bahan bacaan yang bermanfaat melalui smartphone,” ungkapnya.

Atalia pun menuturkan, Festival Literasi yang digelar satu hari dari pukul 08.00-15.00 ini juga sebagai bentuk perayaan tahunan untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan juga hak cipta. Ia berharap, melalui acara ini dapat memengaruhi masyarakat Jawa Barat, khususnya murid-murid PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA, untuk sadar akan pentingnya membaca sebagai jembatan ilmu.

 

 

Komentar

Total Komentar