- Advertisement -

2.000 Pekerja Dapur Ikuti Bimtek Badan Gizi Nasional di Bandung, Fokuskan pada Higienitas dan Perlindungan Kerja

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Ribuan pekerja dapur yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bandung mengikuti pelatihan intensif terkait keamanan pangan. Kegiatan yang digelar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah II ini berlangsung di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Sabtu (28/6), dan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari 40 SPPG.

Pelatihan bertajuk Bimbingan Teknis Penjamah Makanan 2025 ini difokuskan pada peningkatan standar higienitas dan keterampilan memasak para penjamah makanan, mayoritas merupakan ibu rumah tangga yang memasak dengan cara tradisional.

“Bimbingan teknis ini mengajarkan cara menjaga kebersihan, mulai dari pengolahan hingga penyajian makanan, agar makanan tetap bergizi dan layak konsumsi. Kami juga memperkenalkan penggunaan alat-alat masak modern yang mendukung kualitas hasil masakan,” ujar Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, ditemui di acara Bimtek, Sabtu (28/6).

Pelatihan ini melibatkan para ahli dari berbagai bidang yang mengajarkan teknik memasak yang higienis serta penggunaan alat-alat masak secara efisien dan aman.

Menurut Suardi, pelatihan ini penting untuk menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah mencakup 1.870 SPPG di 38 provinsi se-Indonesia sejak diluncurkan awal tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Badan Gizi Nasional menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat aspek perlindungan sosial bagi para pekerja dapur. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan untuk memberikan jaminan sosial bagi ribuan relawan yang selama ini belum terlindungi secara formal.

Deputi Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan, Hendra Nopriansyah, menekankan bahwa perlindungan tenaga kerja ini merupakan bagian dari program prioritas dalam visi besar Presiden Prabowo.

“Kerja sama ini penting agar para pekerja SPPG bisa menjalankan tugas tanpa rasa khawatir terhadap risiko kerja. Jaminan yang diberikan mencakup perlindungan kecelakaan kerja dan kematian,” jelas Hendra.

Sejauh ini, dari sekitar 75.000 pekerja di 1.870 SPPG, baru sekitar 8.000 pekerja di 206 SPPG yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hendra berharap kerja sama ini dapat diperluas agar seluruh pekerja SPPG mendapat jaminan yang sama.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Komjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa bimtek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk etika kerja para penjamah makanan.

“Kami tekankan pentingnya standar kebersihan pribadi seperti penggunaan hairnet dan masker, bukan karena paksaan, tetapi karena kesadaran,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan bahwa program MBG benar-benar memberikan makanan aman dan bergizi bagi anak-anak sekolah.

Sony juga berharap pendataan dan perlindungan terhadap para pekerja dapur dapat dipercepat melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat