BANDUNG, infobdg.com – Layanan darurat Kota Bandung seperti 119 dan 112 masih kerap menerima panggilan tidak bertanggung jawab dari sejumlah oknum. Mulai dari telepon tanpa suara hingga candaan yang dinilai mengganggu kerja petugas di lapangan.
Kepala Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Eka Anugrah mengatakan, fenomena tersebut menjadi perhatian karena terjadi cukup sering dalam beberapa bulan terakhir.
Dilansir dari detikJabar, petugas PSC kerap menerima sambungan telepon yang tidak berkaitan dengan kondisi darurat. Bahkan, ada penelepon yang hanya tertawa atau diam ketika panggilannya dijawab.
Menurut Eka, situasi ini berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi genting dan membutuhkan bantuan cepat.
Data PSC Dinkes Kota Bandung mencatat, sepanjang April 2026 terdapat lebih dari 200 panggilan iseng yang masuk ke layanan kegawatdaruratan. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan dapat memengaruhi respons petugas terhadap laporan prioritas.
Ia pun meminta masyarakat lebih sadar dan bertanggung jawab saat menggunakan fasilitas darurat milik pemerintah. Sebab, satu panggilan iseng saja bisa menghambat akses warga lain yang sedang membutuhkan ambulans atau bantuan medis secepatnya.
Pemkot Bandung sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas layanan darurat agar bisa menjangkau masyarakat dengan lebih cepat dan efektif. Karena itu, kerja sama masyarakat dinilai penting agar layanan tersebut dapat berjalan optimal sesuai fungsinya.


