BANDUNG, infobdg.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Kecamatan Coblong, Minggu (1/11) dini hari. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan alternatif penanganan banjir dan longsor agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Peninjauan berlangsung pukul 04.00 hingga 06.30 WIB. Farhan mendatangi lokasi kirmir jebol akibat luapan Sungai Cikalintu di Jalan Siliwangi Dalam IV, RT 09/RW 01, Kelurahan Cipaganti, serta titik longsor yang menutup akses jalan warga di Kelurahan Sekeloa.
Di Sungai Cikalintu, Farhan menyebut kirmir sebelumnya telah diperkuat menggunakan tembok setebal 25 sentimeter. Namun, derasnya aliran air akibat banjir bandang dari kawasan Lembang membuat konstruksi tersebut kembali jebol.
“Kirmir sudah kita perkuat, ketebalannya 25 sentimeter. Tetapi karena volume banjir bandang dari Lembang begitu luar biasa, akhirnya jebol juga,” ujar Farhan.

Menurutnya, normalisasi sungai dinilai tidak lagi menjadi solusi utama untuk mengatasi banjir bandang dari kawasan hulu. Pemkot Bandung kini tengah mencari alternatif penanganan yang dapat meminimalkan dampak luapan air.
Farhan mengatakan, perbaikan di bagian hilir sungai masih berlangsung. Namun, kerusakan kali ini terjadi di bagian tengah sehingga membutuhkan penanganan tersendiri.
“Normalisasi sungai sudah tidak memungkinkan. Maka kami sedang mencari berbagai macam ide baru untuk bisa meminimalkan dampak banjir bandang dari Lembang tersebut,” katanya.
Selain meninjau Sungai Cikalintu, Farhan mendatangi lokasi longsor di Kelurahan Sekeloa. Peristiwa tersebut terjadi setelah tebing tanah milik warga runtuh dan menimpa rumah warga lainnya.
Material longsoran telah dibersihkan. Meski demikian, kondisi tebing masih membutuhkan penanganan lebih lanjut untuk mencegah longsor susulan.
Farhan menyebut, kejadian tersebut berdampak pada akses jalan warga, terutama menuju RT 04 dan RT 05. Ia berharap pemilik lahan dapat berkomunikasi dengan masyarakat untuk menyepakati langkah penanganan, seperti pemangkasan tebing atau pembangunan kirmir.
“Apabila tidak segera dibenahi oleh pemilik tanah, longsornya akan berulang. Sehingga akses warga di Kelurahan Sekeloa, khususnya yang menuju RT 04 dan RT 05, menjadi terputus terus,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penanganan perlu segera disepakati agar risiko bencana berulang dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
Peninjauan lokasi bencana tersebut sekaligus menjadi bagian dari kegiatan Sasapu Bandung #29 di Kecamatan Coblong. Melalui kegiatan ini, Pemkot Bandung juga mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta pemantauan kondisi wilayah secara langsung.***

