BANDUNG, infobdg.com – Tiga musim beruntun membawa trofi juara ke Bandung menjadi catatan sejarah tersendiri bagi PERSIB. Klub berjuluk Pangeran Biru itu kini tercatat sebagai tim pertama yang mampu meraih hattrick gelar di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sejak era Liga Indonesia dimulai.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, yang selama tiga musim terakhir memimpin perjalanan tim. Meski mulai musim depan posisinya akan diteruskan asistennya, Igor Tolic, Bojan menyebut pencapaian itu lahir dari kerja sama seluruh elemen klub.
Dikutip dari persib.co.id, Bojan mengaku merasa beruntung karena sejak pertama datang ke Bandung dirinya langsung mendapatkan lingkungan kerja yang solid.
“Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua,” ujar Bojan seperti dikutip dari persib.co.id.
Menurutnya, musim terakhir justru menjadi tantangan paling berat dibanding dua musim sebelumnya. PERSIB harus melakukan perubahan besar dalam skuad dengan pergantian mayoritas pemain di awal musim.
Pelatih berusia 54 tahun itu menilai keberhasilan mempertahankan dominasi di tengah agresivitas klub-klub pesaing menjadi pencapaian yang sangat spesial.
“Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis,” katanya dikutip dari persib.co.id.
Selain berbicara soal tim, Bojan juga menyoroti peran besar bobotoh yang dinilainya menjadi salah satu alasan PERSIB berkembang menjadi klub besar di Asia Tenggara. Ia menegaskan, kekuatan klub bukan hanya berasal dari pemain atau pelatih, tetapi juga dukungan suporternya.
“Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik,” tegasnya.
Bojan turut mengapresiasi atmosfer kondusif yang tercipta pada pertandingan terakhir musim ini. Ia menilai kedewasaan suporter menjadi contoh positif bagi perkembangan sepak bola nasional, terutama dalam menciptakan suasana stadion yang aman dan nyaman bagi keluarga.
Menurutnya, status juara tiga musim berturut-turut juga akan membuat tekanan terhadap PERSIB semakin besar pada musim mendatang. Meski demikian, ia optimistis klub mampu menghadapi tantangan tersebut.
“Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” ucapnya dikutip dari persib.co.id.
Setelah tak lagi menjabat pelatih kepala, Bojan tetap akan berada di lingkungan klub dengan peran baru sebagai penasihat teknik. Ia mengaku ingin beristirahat sejenak dari rutinitas lapangan karena alasan pribadi, namun tetap siap membantu manajemen jika dibutuhkan.
“Saya masih butuh sedikit istirahat karena alasan pribadi. Tapi, saya akan tetap berada di sekitar sini (PERSIB) dan siap membantu memberikan saran atau masukan kapan pun manajemen membutuhkan sesuatu,” katanya.

