BANDUNG, infobdg.com — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menggencarkan edukasi publik melalui program BPKH Insight yang digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi BPKH dalam meningkatkan literasi keuangan haji, khususnya di kalangan generasi muda.
Sekitar 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat BPKH turut hadir, di antaranya Anggota Badan Pelaksana Harry Alexander serta Deputi Bidang Penghimpunan Juni Supriyanto. Dari pihak kampus, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI Ratih Hurriyati.

Dalam sambutannya, Ratih menilai kolaborasi antara kampus dan lembaga publik seperti BPKH penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terkait keuangan haji.
“Kami menyambut baik kolaborasi antara kampus dan BPKH dalam meningkatkan literasi keuangan haji di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak dini sebagai bagian dari visi hidup mereka,” ujar Ratih.
Sementara itu, Harry Alexander menegaskan bahwa pengelolaan dana haji memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan dana umat. Ia memastikan dana tersebut dikelola secara profesional dan sesuai prinsip syariah.
“Melalui BPKH Insight, kami ingin memperkuat pemahaman generasi muda bahwa pengelolaan keuangan haji dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Dana haji dikelola melalui instrumen investasi syariah yang aman dan produktif untuk memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi talkshow inspiratif bersama Handy Bonny dan Aidil Akbar. Dalam sesi tersebut, keduanya menyoroti pentingnya kesiapan spiritual dan finansial dalam merencanakan ibadah haji.
“Haji bukan hanya tentang kemampuan, tapi juga tentang kesiapan hati dan niat. Anak muda perlu mulai menanamkan keinginan berhaji sejak sekarang, karena semakin dini dipersiapkan, semakin besar peluang untuk segera memenuhi panggilan Allah,” ungkap Handy Bonny.
Senada, Aidil Akbar menekankan bahwa perencanaan haji merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
“Perencanaan haji adalah bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan strategi yang tepat, mulai dari menabung hingga memilih instrumen yang sesuai, generasi muda bisa mempersiapkan haji tanpa harus menunggu mapan terlebih dahulu,” katanya.
Melalui format seminar, talkshow interaktif, hingga diskusi terbuka, kegiatan berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta, khususnya mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI.
BPKH berharap program ini dapat terus memperluas pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan haji, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya perencanaan ibadah haji secara matang dan berkelanjutan.***


