BANDUNG, infobdg.com — Tiga pelaku usaha asal Bandung menunjukkan bagaimana ajang Diplomat Success Challenge (DSC) bukan sekadar kompetisi, melainkan pijakan awal menuju wirausaha berdampak. Mereka adalah Ilham Pinastiko (PALA Nusantara), Yoel Tristan Kurniawan (FitFuel), dan Nurdini Prihastiti (Dama Kara), yang kini terus mengembangkan bisnis berkelanjutan dan memberi kontribusi sosial.
Ilham Pinastiko, finalis DSC Season 8 tahun 2017, mendirikan PALA Nusantara, sebuah merek jam tangan kayu yang mengangkat narasi budaya dan mitologi Indonesia dengan pendekatan ramah lingkungan. Dari bengkel kecil di Bandung, PALA Nusantara kini mampu memproduksi hingga 3.200 produk per bulan, mencakup jam tangan, aksesoris, dan busana. Produk yang memadukan desain elegan dan nilai lokal ini bahkan menjadikan PALA Nusantara sebagai Brand Ambassador Wonderful Indonesia selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023 dan 2024.
“PALA Nusantara dibangun sejak 2015 dan melalui banyak tantangan, tapi kami justru tumbuh. Ekosistem DSC memberi ruang bagi kami untuk bertahan dan berkolaborasi dengan sesama alumni DSC atau Diplomat Entrepreneur Network (DEN),” kata Ilham.

Sementara itu, Yoel Tristan Kurniawan, pemenang Best of the Best DSC Season 14 tahun 2023, mengembangkan FitFuel, bisnis makanan sehat yang menyasar gaya hidup urban. FitFuel menawarkan produk seperti salad wrap, smoothies, dan cold press juice, dan kini menjual hingga 5.000 porsi per bulan. Selain itu, FitFuel menyediakan layanan katering sehat lengkap dengan program diet.
“FitFuel adalah bisnis ketujuh saya. Banyak kegagalan sebelumnya yang justru membentuk karakter saya. DSC menjadi momen lompatan saya, karena saya mendapat insight yang tak saya temukan dari buku, termasuk pentingnya product-market fit,” ujar Yoel.

Lain halnya dengan Nurdini Prihastiti, finalis DSC Season 14 dan Co-founder Dama Kara. Ia mendirikan lini busana berbasis batik dan kain tradisional yang juga memiliki misi sosial. Dalam produksinya, Dama Kara melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus yang mereka sebut sebagai “Teman Istimewa” sebagai bentuk pemberdayaan dan empati sosial. Dari inisiatif ini, Dama Kara bahkan merintis yayasan sendiri untuk memperluas dampak sosial mereka.
“Kami berangkat dari kegiatan kelas menggambar untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang dibiayai dari hasil penjualan Dama Kara. Kini kami ingin memperluas dampak itu dengan menjadikan karya Teman Istimewa sebagai bagian dari produk,” ungkap Nurdini.

Ketiganya tergabung dalam Diplomat Entrepreneur Network (DEN), komunitas alumni DSC yang terus berkembang dan mendorong kolaborasi antar wirausahawan. Edric Chandra, Program Initiator DSC, mengatakan bahwa DSC telah berjalan selama 16 tahun dan kini siap membuka musim ke-16 dengan tema “Wujud Sinergi Kolaborasi.”
“Di tengah ketidakpastian ekonomi, kami ingin menghadirkan ruang aman bagi para wirausaha untuk terus berkarya dan menciptakan dampak. Kolaborasi multipihak di dalam ekosistem DEN jadi kunci,” ujarnya.
DSC Season 16 akan dibuka pada 13 Juni 2025 dan kembali menawarkan total hibah modal usaha senilai Rp2,5 miliar. Program ini terbuka bagi seluruh wirausaha Indonesia yang ingin berkontribusi untuk masa depan bangsa melalui karya dan kolaborasi.***


