- Advertisement -

Disdagin: Importir Kedelai Harus Prioritaskan Pengrajin Kota Bandung dengan Harga Terjangkau

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah, meminta para importir kacang kedelai memprioritaskan bagi para pengrajin tahu dan tempe di Kota Bandung. Tak hanya itu, ia pun meminta agar importir memberi harga terjangkau kepada para pengrajin.

- Advertisement -

Foto: Humas Kota Bandung

Diakui Elly, ia telah berkomunikasi dengan Depot Kacang Indonesia, salah satu importir kacang kedelai di Kota Bandung. Menurutnya, saat ini baru saja tiba kacang kedelai impor dari Kanada dengan harga jual Rp 9.100 per kilogram.

“Barusan sudah masuk 500 ton kacang dari Kanada, sedang diturunkan. Dengan harga jual mau partai besar atau kecil itu dari importir Rp 9.100 perkilo untuk per hari ini,” ucap Elly, Selasa (5/1).

Elly pun telah meminta kepada Depot Kacang Indonesia memprioritaskan para pengrajin tahu dan tempe asal Kota Bandung, walaupun dari sisi kebijakan impor kacang kedelai ini ada di pemerintah pusat.

“Dia omzetnya kurang lebih 2000 ton. Dengan 1.800 ton dijual ke pengrajin di Kota Bandung, 200 ton baru di luar Kota Bandung,” ungkap dia.

Elly menyebutkan, sejak November 2020, harga kacang kedelai impor perlahan naik dari Rp 8.300 per kilogram menjadi Rp 8.900 perkilogram pada Desember 2020. Kenaikan harga ini disinyalir ikut terpengaruh oleh harga kacang kedelai dunia. Sebagian besar impornya dari Amerika Serikat dan sedikit terhambat lantaran adanya tambahan permintaan dari Tiongkok.

Menurut informasi dari Kementerian Perdagangan, Tiongkok menambah kapasitas impor kacang kedelai dari Amerika Serikat menjadi dua kali lipat. Dari yang biasanya 15 juta ton menjadi 30 juta ton.

“Seharusnya bulan ini masuk. Kemarin diborong. Kemungkinan bulan depan, untuk mengisi kekosongan makanya mendatangkan dari Kanada,” kata Elly.

Ia melanjutkan, kabar terbaru stok kedelai dari Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) berada di kisaran 450 ribu ton, sedangkan kebutuhan pengrajin sesuai dari data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) setiap bulannya menghabiskan sekitar 150-160 ton.

“Jadi sebetulnya itu masih cukup untuk 2-3 bulan. Tapi memang harga kacang kedelai dunia naik jadi berimbas kepada kita,” terangnya.

Untuk saat ini, Elly sangat bersyukur akhirnya para pengrajin di Cibuntu sudah mulai memproduksi kembali tahu. Walaupun sebagai konsekuensinya kini tengah dicoba dengan menaikan harga jual.

“Setelah kami tanyakan bahwa sesuai kesepakatan harganya dinaikan, seperti ukuran tahu terkecil dari awalnya Rp 325 jadi Rp 400 per buah,” tutur Elly.

“Ini juga melihat respon masyarakat terhadap kenaikan harga. Karena kemarin kesepakatan naiknya antara 20-40 persen tapi dipandang terlalu tinggi. Jadi hari ini dinaikan 18 persen,” tandasnya.

- Advertisement -
710,024FollowersFollow
2,517,685FollowersFollow
41,450SubscribersSubscribe
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisement -

Kuliner Bandung

- Advertisement -