BANDUNG, infobdg.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menggelar Lomba Toilet Bersih 2026 bagi sekolah negeri jenjang SD dan SMP. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap kebersihan, kesehatan, serta kelayakan fasilitas sanitasi di lingkungan pendidikan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, lomba tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden terkait penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah.
Menurut Farhan, kondisi toilet dapat mencerminkan budaya kebersihan dan karakter warga sekolah. Namun, sejumlah fasilitas toilet sekolah masih perlu dibenahi, terutama dari sisi kebersihan, kenyamanan, keramahan terhadap anak, dan aksesibilitas bagi semua pengguna.
“Toilet sekolah sebagai cerminan utama budaya mutu dan karakter sebuah sekolah. Hal tersebut bisa memperlihatkan cara warga sekolah menghargai kebersihan lingkungan, terutama toilet,” kata Farhan, Selasa (27/10).

Ia menegaskan, lomba ini bukan sekadar kompetisi untuk menentukan toilet paling bersih, melainkan upaya membangun kebiasaan hidup bersih sekaligus mendorong penyediaan fasilitas sanitasi yang ramah anak dan inklusif.
“Dengan adanya lomba toilet bersih ini, diharapkan semua pihak beberes. Meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas sekolah yang memang betul-betul digunakan sehari-hari oleh warga sekolah,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan Pemkot Bandung, sosialisasi lomba telah dimulai pada 6 Oktober 2026, dilanjutkan masa pembenahan mandiri pada 7–21 Oktober. Sementara itu, proses penilaian berlangsung pada 22 Oktober hingga 8 November 2026.
Penilaian mencakup sejumlah aspek, mulai dari kebersihan dan kesehatan, kelengkapan sarana prasarana, keamanan dan kenyamanan, hingga inklusivitas. Aspek lain yang dinilai meliputi pembiasaan budaya bersih dan partisipasi warga sekolah, estetika, serta inovasi dan edukasi.

Farhan meminta seluruh warga SD dan SMP negeri di Kota Bandung terlibat aktif dalam program tersebut. Ia berharap upaya pembenahan toilet menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan sekolah.
“Saya minta kepada seluruh warga SD dan SMP Negeri untuk mengikuti lomba toilet bersih ini. Mari kita sama-sama bergotong royong mewujudkan lingkungan yang bersih,” pungkasnya.***

