Disnaker: 52 Perusahaan dan Ribuan Pekerja Terdampak Covid-19

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Per April 2020, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mendata banyak pekerja dari 52 perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Arief Syaifudin mengatakan, pendataan secara daring tercatat 3.396 orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara 5.804 orang lainnya melaporkan dirumahkan sementara.

“Informasi kedua data ini memang belum disortir, dan memang ada yang duplikasi,” beber Arief, Jumat (1/5).

Ia mengungkapkan, untuk laporan sengketa hubungan kerja di tengah Covid-19 ini jumlahnya justru tak terlalu banyak. Meski demikian, pihaknya tetap memfasilitasi berbagai upaya untuk menyelesaikan beragam sengketa hubungan kerja.

“Kita menyarankan untuk bipartit dulu kesepakatan untuk kedua belah pihak. Kalau itu misalnya buntu baru ke Disnaker. Kalau nanti dari Disnaker tetep juga buntu maka tetap dilanjut ke PHI (Pengadilan Hubungan Industrial),” tuturnya.

Di masa krisis wabah Covid-19 ini, Disnaker Kota Bandung terus berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Komunikasi pun tetap terjalin dengan serikat buruh untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan terbaik dari Pemkot Bandung.

“Untuk Apindo (pengusaha) kalau memang punya pendapatan bagus jangan sampai mengatakan sebaliknya. Kepada para buruh kalau perusahaan memang tidak mampu secara optimal bisa dibicarakan ke bipartit,” harap dia.

Selain itu, Disnaker juga telah mendata program kartu pra kerja. Disnaker telah mengajukan 20.059 kartu pra kerja untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19, atau pun sebelumnya.

Seiring dampak Covid-19 yang semakin meluas khususnya di Kota Bandung, kini program kartu pra kerja bisa diakses secara mandiri. Disnaker memberikan pendampingan bagi masyarakat yang kurang memahami proses pelatihan dari program kartu pra kerja, termasuk menyediakan fasilitas bagi pendaftar yang mau mengikuti pelatihan namun tak memiliki perangkat mumpuni.

“Disnaker mempersiapkan perangkat untuk pendampingan. Kalau tidak punya alat kita siapkan di sini komputer, atau tidak paham masukannya seperti apa kita dampingi di sini,” tandas Arief.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat