BANDUNG, infobdg.com – Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) kembali meningkat, utamanya di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) dan Bandung Raya. Meski tingkat fatalitasnya relatif rendah, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar meminta masyarakat agar tak abai dengan keberadaan varian Omicron saat ini.

“Salah satunya di Depok, kasus hariannya tinggi, kasus aktif mencapai 25 ribuan, jadi saya minta masyarakat waspada,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, usai meninjau pemberian vaksinasi booster di Pemkot Depok, Senin (14/2).
Menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, varian Omicron yang penularannya sangat cepat ini harus disigapi oleh masyarakat dan aparat kewilayahan. Ia pun tak bosan-bosan meminta masyarakat untuk selalu mematuhi prokes (protokol kesehatan).
Emil pun mengingatkan warga untuk melakukan vaksinasi, termasuk booster alias dosis ke-3, minimal 6 bulan setelah melakukan vaksin ke-2, agar penyebaran Omicron bisa ditekan.
Apabila masyarakat menjalankan prokes dan vaksinasi, Emil yakin, kasus yang melonjak sekarang ini akan segera surut.
“Berdasarkan hitungan, dua minggu lagi kasus turun, dan mudah-mudahan aktivitas bisa lebih normal lagi,” beber dia.
Sementara untuk fatalitas Omicron, Kang Emil menyebut bahwa angkanya berada di 1,3 kali. Merujuk pada penjelasan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, jumlah tersebut jauh dengan tingkat keparahan yang ditimbulkan Covid-19 varian delta
“Delta fatalitasnya bisa berlipat-lipat hingga 13 kali dibandingkan flu biasa,” jelas Emil.
Kang Emil menyebut, 95 persen Omicron di Jabar merupakan kasus bergejala ringan. Masyarakat pun diarahkan untuk menjalani isolasi secara mandiri terlebih dahulu.
Sementara itu, pihaknya pun kembali mengaktifkan layanan telemedicine berupa pemberian obat-obatan gratis.
Untuk antisipasi, Kang Emil juga menyarankan kabupaten dan kota membuka pusat isolasi mandiri. Sebab, tak semua warga mempunyai fasilitas yang memadai untuk melakukan isolasi mandiri.***

