FILM, infobdg.com — Film drama Penerbangan Terakhir produksi VMS Studio siap tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026. Dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghni Haque, film ini mengangkat kisah romansa manipulatif di balik gemerlap dunia penerbangan yang belakangan kerap menjadi sorotan publik.
Menjelang penayangan reguler, Penerbangan Terakhir lebih dulu menyapa penonton lewat special screening di 10 kota. Pada 10 Januari 2026, film ini diputar di Jakarta, Tangerang, Palembang, Bekasi, dan Malang. Keesokan harinya, giliran Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya, dan Makassar yang menjadi lokasi pemutaran awal.
Film ini mengikuti perjalanan Tiara (Nadya Arina), seorang pramugari baru yang terjerat hubungan asmara dengan pilot muda karismatik, Kapten Deva (Jerome Kurnia). Di balik sikapnya yang memikat dan wibawa seragam yang melekat, Deva menggunakan manipulasi emosional untuk mengendalikan Tiara hingga hidupnya terpuruk.
Alih-alih larut dalam keterpurukan, Tiara memilih melawan. Perjuangannya menjadi gambaran tentang upaya perempuan untuk bangkit dari relasi tidak sehat, sekaligus refleksi atas bagaimana korban kerap disalahkan oleh lingkungan sekitar.
“Sosok seperti Tiara itu nyata dan banyak terjadi. Di film ini, Tiara diberi kekuatan untuk bangkit dari kesalahan yang ia ambil. Lewat cerita ini, aku ingin mengajak perempuan untuk belajar dan berani berdiri lagi,” ujar Nadya Arina.
Konflik semakin memanas ketika terungkap bahwa Kapten Deva telah memiliki calon tunangan bernama Nadia (Aghni Haque), pramugari senior yang merasa dunianya runtuh. Situasi ini menyeret Tiara ke pusaran penilaian publik dan amarah netizen.
Jerome Kurnia menilai karakter yang ia perankan menjadi peringatan tersendiri.
“Kapten Deva itu manipulatif dan merasa dirinya selalu benar. Cowok seperti ini enggak pernah menganggap dirinya red flag. Film ini mengingatkan kita untuk lebih hati-hati dengan omongan manis,” katanya.
Sementara itu, Aghni Haque melihat karakter Nadia dari sudut pandang yang lebih emosional.
“Sebagai pasangan, pasti ada keinginan mempertahankan hubungan dengan cara apa pun. Tindakan yang terlihat ekstrem bisa jadi terasa benar bagi seseorang yang takut ditinggalkan,” ujarnya.
Produser Tony Ramesh menyebut Penerbangan Terakhir sebagai film yang membawa pesan edukatif.
“Cerita ini penting untuk diceritakan. Film ini menunjukkan bahwa dari kesalahan dan pengalaman pahit, seseorang tetap bisa bangkit,” kata Tony.
Disutradarai Benni Setiawan dan diproduseri Tony Ramesh dengan produser eksekutif Shalu T.M., Penerbangan Terakhir juga hadir di tengah maraknya kasus dan skandal penerbangan yang viral di media sosial.
Selama periode 9–14 Januari 2026, penonton dapat memanfaatkan promo beli satu gratis satu tiket untuk penayangan 15 Januari 2026 melalui aplikasi TIX ID serta platform XXI, CGV, dan Cinepolis.***


