FOMO hingga Judol Ancam Finansial Anak Muda, Pegadaian dan OJK Turun ke Kampus

Berita Lainnya

SUMEDANG, infobdg.com – Fenomena Fear of Missing Out (FOMO), pinjaman online ilegal, hingga judi online dinilai menjadi ancaman nyata bagi kondisi finansial generasi muda. Untuk menekan risiko tersebut, PT Pegadaian bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menggencarkan edukasi literasi keuangan kepada mahasiswa melalui program Financial Literacy on The Way – Finansial Mandiri Dimulai Hari Ini, di Kampus ITB Jatinangor, Selasa (4/8).

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia muda sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap risiko keuangan digital yang semakin kompleks.

Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Jawa Barat, Friska Magdalena, mengatakan pola hidup generasi muda saat ini banyak dipengaruhi fenomena FOMO, FOPO (Fear of Other People’s Opinion), dan YOLO (You Only Live Once). Menurutnya, ketiga fenomena tersebut kerap mendorong seseorang melakukan pembelian secara impulsif.

“Fenomena-fenomena ini mendorong seorang individu melakukan yang namanya impulsive buying,” ujar Friska.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya memahami cara menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, tetapi juga mampu menjadi penyebar edukasi keuangan di lingkungan sekitarnya agar masyarakat lebih terlindungi dari berbagai risiko di era digital.

Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, Pegadaian juga menekankan pentingnya membangun integritas sebagai bekal sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja.

Penyuluh Antikorupsi PT Pegadaian, Didik Bintoro Saputro, menilai kemampuan mengatur keuangan harus dibarengi dengan cara memperoleh penghasilan yang benar dan berintegritas.

“Kalau tidak dipupuk dari sekarang, kemampuan untuk mengelola keuangan percuma kalau hasil yang didapatnya dengan cara-cara yang tidak baik,” kata Didik.

Menurutnya, kebiasaan mengambil jalan pintas demi mencapai tujuan harus dicegah sejak dini agar tidak terbawa hingga dunia profesional.

Dalam kesempatan yang sama, Sales Business to Business Senior PT Pegadaian Area Tasikmalaya, Muhammad Razhi, mengatakan mahasiswa perlu mulai memiliki perencanaan finansial, termasuk mempersiapkan modal usaha melalui investasi sejak masih duduk di bangku kuliah.

Ia menyebut investasi emas dapat menjadi pilihan karena mudah diakses dan dapat dimulai dengan nominal yang terjangkau.

“Jangan nunggu mapan dulu baru investasi, tapi kita harus mulai investasi dulu agar bisa mapan di kemudian hari,” ujar Razhi.

Menurutnya, edukasi literasi keuangan juga menjadi salah satu langkah preventif agar generasi muda tidak mudah tergiur pinjaman online ilegal maupun praktik judi online.

Razhi menambahkan, program literasi tersebut tidak hanya dilaksanakan di ITB Jatinangor, tetapi terus digelar secara berkala di berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia, baik melalui kolaborasi dengan OJK maupun secara mandiri oleh Pegadaian.

Selain menyasar mahasiswa, Pegadaian juga menjalankan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang menyasar masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar sebagai bagian dari perluasan edukasi keuangan hingga akhir tahun.

Pada kesempatan itu, Razhi juga mengajak masyarakat mulai membiasakan investasi emas karena dapat dimulai hanya dengan Rp10.000.

“Kita bisa nabung mulai dari Rp10.000 aja udah bisa berinvestasi emas. Jadi udah tidak usah ragu lagi, dan pilihlah tempat untuk berinvestasi di tempat yang aman dan terpercaya,” katanya.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat