Hujan Deras Picu Kirmir Cikalintu Jebol, Permukiman Cipaganti Kembali Terancam

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Kirmir atau tembok penahan tanah di kawasan Sungai Cikalintu, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, dilaporkan kembali jebol pada Jumat (30/10/2026) malam. Peristiwa tersebut diduga dipicu derasnya aliran air sungai yang meluap setelah hujan mengguyur kawasan tersebut.

Informasi kejadian diterima sekitar pukul 20.03 WIB. Laporan mengenai jebolnya kirmir tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas BPBD Kota Bandung bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun InfoBDG dengan mengutip Bandung Siaga 112, petugas telah melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi kejadian.

Hingga pukul 23.28 WIB, penanganan sementara dilaporkan telah selesai. Petugas kemudian melanjutkan kegiatan dengan membantu membersihkan sisa lumpur di sekitar lokasi terdampak.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran terhadap kondisi infrastruktur penahan sungai di kawasan Cipaganti. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya, warga di sekitar Sungai Cikalintu juga sempat menghadapi kejadian serupa.

Diketahui, tanggul Sungai Cikalintu dilaporkan pernah jebol pada Jumat (23/10) lalu dan menyebabkan air masuk ke sejumlah rumah warga di RW 01 dan RW 02 Kelurahan Cipaganti.

Ilustrasi ini merupakan visualisasi, bukan dokumentasi foto aktual lokasi Sungai Cikalintu.

Saat itu, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) Sungai Cikalintu tengah berlangsung. Camat Coblong Ratna Rahayu menyebutkan, pengerjaan tersebut dimulai sejak akhir September atau awal Oktober 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat pertengahan Desember 2026.

Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako, terpal, sekop, serta 100 karung untuk membantu warga mengantisipasi luapan air sungai.

Berdasarkan data yang diterima pihak kecamatan, terdapat sekitar 10 kepala keluarga yang paling terdampak ketika air sungai meluap.

Dengan kembali terjadinya kirmir jebol pada 30 Oktober, kondisi Sungai Cikalintu menjadi perhatian, terutama di tengah musim penghujan. Penanganan lanjutan dan penyelesaian pembangunan TPT diperlukan untuk mengantisipasi potensi luapan air yang dapat kembali mengancam permukiman warga.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras terjadi dan segera mengutamakan keselamatan apabila kondisi lingkungan mulai membahayakan.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat