- Advertisement -

IBS Foundation Gelar Santriversary 4.0 untuk Perkuat Pemberdayaan Santri di Era Digital

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Santriversary 4.0 yang digagas IBS Foundation resmi berlangsung sukses pada 26 dan 29 November 2025, menghadirkan dua rangkaian kegiatan edukatif yang berfokus pada pemberdayaan santri dan penguatan kemandirian pondok pesantren. Melalui kolaborasi lintas lembaga, program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang relevan bagi santri di era modern, sekaligus menjadi momentum perayaan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober lalu.

 

Rangkaian hari pertama digelar di Pondok Pesantren Tunas Quran, menghadirkan peserta dari enam pondok pesantren di Bandung Raya. Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan IBS Foundation, Riki Haryadi, serta Direktur LAZ IBS Foundation, Faisal Hanafi. Dalam sambutannya, Riki menegaskan bahwa Santriversary 4.0 menjadi sarana penting untuk menyeimbangkan pengetahuan agama dengan keterampilan praktis, khususnya dalam pengelolaan pangan. Program hari pertama diperkaya dengan workshop Urban Farming Santripreneur dari Ilham M. Reza (Nusan Tani), serta praktik langsung bertani dan beternak melalui empat pos pembelajaran: Sheep Station, Quack Spot, Hydro Corner, dan Root Zone.

Pondok Pesantren Tunas Quran sebagai pondok binaan IBS Foundation telah menjalankan aktivitas budidaya sayuran yang menjadi rutinitas harian santri, sekaligus bagian dari kontribusi nyata terhadap program keberlanjutan dan SDGs. Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan harapan agar para santri dapat mengimplementasikan keterampilan yang dipelajari secara berkelanjutan.

Santriversary 4.0 berlanjut pada 29 November 2025 di Natural Hill, Cisarua Lembang. Rangkaian hari kedua berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan interaktif yang dirancang untuk mendorong kreativitas, kerja sama, dan karakter positif para santri. Ketua Pelaksana Santriversary 4.0, Vicry Syavat Muhammad, menekankan bahwa pemberdayaan ini bertujuan membuka wawasan santri terhadap peluang di usia produktif mereka serta membangkitkan keberanian untuk berkembang.

 

Pada sesi materi, Rafi Al Farezi dan Risyad Baya’sud membawakan tema “Santri Berdaya di Era Digital”, mengajak para santri memahami potensi ruang digital sebagai medium dakwah, kreativitas, dan kontribusi sosial. Acara semakin semarak dengan penampilan Edcoustic yang menghadirkan nuansa inspiratif bagi seluruh peserta.

 

Dukungan para kolaborator memberi peran besar dalam keberhasilan penyelenggaraan Santriversary 4.0. Harapannya Santriversary 4.0 bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang kolaboratif yang memperkuat kapasitas santri dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus menghidupkan nilai kemandirian di lingkungan pesantren.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat