- Advertisement -

Kawasan Alun-Alun Bandung Segera Miliki Wajah Baru

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Sudah setahun lebih kawasan Alun-alun Kota Bandung dibatasi demi meminimalisir kerumunan di pusat kota. Pemerintah Kota Bandung pun terus berupaya mempercantik kawasan ini sebagai salah satu ikon Kota Kembang.

- Advertisement -

Kabar gembiranya, pada September ini, sejumlah trotoar yang melingkari kawasan alun-alun bakal memiliki wajah baru.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi. Ia menuturkan, saat ini pihaknya sudah mulai merevitalisasi sejumlah trotoar, yaitu trotoar Jalan Kepatihan dan Jalan Dalem Kaum. 

“Ini sedang berjalan dan mudah-mudahan lebih cepat (selesai),” tuturnya, Kamis (2/9).

Revitalisasi ini merupakan swakelola antar Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Sehingga dalam konsep penataan akan melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD). Untuk trotoar Jalan Kepatihan, terang Didi, nantinya akan ada pelebaran, penyempurnaan jalur difabel, serta penambahan “street furniture”.

“Karena trotoar dinilai sempit, banyak hambatan di trotoar, dan street furniture yang tidak memadai,” terang dia.

Di samping itu, trotoar yang memiliki panjang 240 meter tersebut nantinya akan dihiasi oleh tanaman. Termasuk juga antara trotoar dengan jalan utama akan dibangun jalur sepeda.

“Pohon-pohonnya nanti akan langsung ditanam di tanah. Perbedaannya nanti akan kita tambah ‘street furniture’ seperti tempat duduk,” imbuhnya.

Sedangkan untuk trotoar Jalan Dalem Kaum lebih memakai konsep penghijauan. Sehingga dalam revitalisasi ini peran DPKP3 lebih mendominasi.

“Karena terlihat gersang. Beberapa perkerasan mulai usang. Perlu ada perubahan termasuk salurannya yang sudah perlu penataan, dan ‘street furniture’ yang kurang memadai,” pungka dia.

Revitalisasi kawasan alun-alun ini diharapkan mampu menambah kenyamanan dan kebahagiaan masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Bandung.

“Kita targetkan bulan September beres, paling lambat Oktober tapi mudah-mudahan September bisa tuntas,” tutup Didi.

- Advertisement -
712,916FollowersFollow
2,524,530FollowersFollow
41,450SubscribersSubscribe
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisement -
- Advertisement -