BANDUNG, infobdg.com — Atrium Cihampelas Walk (CiWalk), Kota Bandung, dipadati para penggemar film Harusnya Horor pada Minggu (16/8/2026). Antusiasme fans terlihat sejak acara meet and greet dimulai, terutama saat jajaran cast dan sutradara menyapa langsung penonton Bandung.
Lima sosok dari Harusnya Horor hadir dalam acara tersebut, yakni George Tierson (Jot), Yuka Theo, Niko Junius, Teguh Prakoso (Tepe), serta Reza Oktovian yang merupakan sutradara film sekaligus dikenal sebagai content creator.
Kehadiran mereka langsung disambut meriah oleh para fans yang memenuhi area atrium Cihampelas Walk. Sejumlah penggemar tampak antusias mengikuti rangkaian acara, termasuk saat para cast berbagi cerita seputar film yang akan segera tayang di bioskop Indonesia.

Meet and greet tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk lebih dekat dengan penggemar sekaligus memperkenalkan Harusnya Horor kepada masyarakat Bandung.
Film debut penyutradaraan Reza Oktovian ini menawarkan perpaduan komedi dan horor dengan cerita yang lucu, absurd, tetapi tetap memiliki sisi emosional. Di balik berbagai adegan yang mengundang tawa, film ini mengangkat tema persahabatan, pengkhianatan, pengorbanan, kehilangan, hingga pentingnya menghargai orang-orang terdekat.
Menariknya, Harusnya Horor juga menghadirkan kisah tentang kehidupan para content creator dengan sentuhan satir terhadap creator economy yang kerap mengejar konten viral demi mendapatkan perhatian dan keuntungan.
Bukan hanya menghadirkan horor dan komedi, film ini disebut memiliki emotional core yang kuat. Bahkan, sejumlah penonton yang telah menyaksikan film tersebut mengaku tersentuh hingga menangis pada bagian akhir.
Bagi Reza Oktovian dan para pemain, Harusnya Horor juga memiliki nilai emosional tersendiri karena menjadi persembahan terakhir almarhumah Lula Lahfah.
Reza menyebut kebersamaan dengan Lula selama proses produksi menjadi kenangan yang sangat berarti bagi dirinya maupun seluruh kru dan pemain.
“Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami,” ujar Reza Oktovian.
Sementara itu, Harusnya Horor juga menjadi debut akting layar lebar bagi para member AAAClan, termasuk George Tierson (Jot), Yuka Theo, Niko Junius, dan Teguh Prakoso (Tepe).
Antusiasme yang terlihat dalam meet and greet di Cihampelas Walk menjadi salah satu gambaran tingginya rasa penasaran penggemar Bandung terhadap film tersebut.
Tak hanya menawarkan cerita komedi-horor yang absurd, Harusnya Horor mengajak penonton melihat lebih dalam tentang arti persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan.
Film produksi Ess Jay Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Setelah menyapa para penggemar Bandung lewat meet and greet di Cihampelas Walk, kini giliran Harusnya Horor membuktikan apakah kisah komedi-horornya mampu membuat penonton tertawa sekaligus meneteskan air mata di bioskop.***

