BANDUNG, infobdg.com — Yayasan Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa (MHABD) kembali menunjukkan konsistensinya dalam aksi sosial melalui penyelenggaraan MHABD ke-37 di Pendopo Kota Bandung, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang telah berjalan lebih dari tiga dekade ini menghadirkan sekitar 1.000 anak yatim dan dhuafa dari Kota Bandung serta sejumlah daerah di Jawa Barat.
Acara berlangsung khidmat dengan memadukan unsur hiburan, dakwah, dan kegiatan sosial yang menjadi ciri khas MHABD sejak awal berdiri. Tahun ini, salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah pernikahan massal bagi penyandang disabilitas yang diikuti tujuh pasangan calon pengantin.
Prosesi akad nikah simbolik digelar di lokasi acara sebagai representasi dari rangkaian pernikahan yang telah difasilitasi panitia. Momentum tersebut menjadi simbol dukungan terhadap hak dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk membangun keluarga.

Ketua Pelaksana MHABD ke-37, Dr. Hj. Riva Rahayu, M.Ag., M.Ud., menyampaikan apresiasinya atas kelancaran acara tersebut.
“Kami bersyukur MHABD ke-37 dapat terlaksana dengan baik dan dihadiri oleh sekitar 1.000 anak yatim & dhuafa. Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama panitia, relawan, donatur, serta dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya.
Selain pernikahan massal dan santunan bagi anak yatim dan dhuafa, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan wisuda anak-anak Rumah Tahfidz Qur’an (RuTaQu) binaan YMHABD dan YPM Al Fitrah. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan MHABD dan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI).
Acara semakin lengkap dengan ceramah bertema “Saum untuk Kesehatan Lahir dan Batin” serta hiburan edukatif yang sarat pesan kemanusiaan.
Ketua Yayasan MHABD, Hj. Selvi Lusiana, SE, MM, CRMO, GRCE, menegaskan bahwa konsistensi selama 37 tahun merupakan bentuk komitmen menjaga jembatan kebaikan antara donatur dan masyarakat yang membutuhkan.
“Selama 37 tahun, MHABD berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin menghadirkan hiburan yang bernilai ibadah serta amal yang dilakukan dengan penuh martabat, baik bagi anak yatim piatu, dhuafa maupun penyandang disabilitas,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan MHABD, Adjie Esa Poetra, menekankan pentingnya membangun gerakan sosial yang berkelanjutan dan inklusif.
“MHABD hadir dengan visi menjadikan hiburan sebagai sarana dakwah dan amal sebagai budaya kepedulian. Misi kami adalah merawat nilai kemanusiaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat dhuafa secara berkesinambungan,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan atau Kang Farhan beserta jajaran Pemerintah Kota Bandung. Kehadiran pemerintah dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan sosial berbasis masyarakat.
Melalui MHABD ke-37, yayasan berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.***

